Lock Down, Tuntunan Rasulullah Cegah Wabah 1400 Tahun lalu

Spread the love

Lock Down, Tuntunan Rasulullah Cegah Wabah 1400 Tahun lalu

Audi Yudhasmara, Sandiaz

Penyebaran virus corona semakin meluas. Menurut data Johns Hopkins University (JHU), virus corona sudah menyebar hingga ke 119 negara. Di Indonesia sendiri jumlahnya semakin bertambah, namun pemerintah belum berencana melakukan lockdown (penguncian) suatu kawasan. WHO telah mengumumkan wabah corona sebagai pandemi. Karena belum ditemukan obat serta metode penularannya secara pasti terhadap kasus Covid-19. Salah satu upaya yang efektif dan sudah dilakukan di beberapa negara dan dianjurkan banyak ahli epidemiologi adalah untuk menghentikan laju wabah virus corona dengan penguncian (lockdown). Lockdown memiliki arti yang hampir sama dengan isolasi. Isolasi terkait pencegahan suatu wabah ternyata pernah terjadi di zaman Rasulullah SAW. Isolasi terhadap orang yang sedang menderita penyakit menular pernah dianjurkan Rasulullah.  Tuntunan Rasulullah adalah “Jangan Masuk Tempat Wabah dan Jangan Keluar dari Tempat Wabah”

Penyakit koronavirus 2019 atau COVID19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh SARS-CoV-2, salah satu jenis koronavirus. Penyakit ini mengakibatkan pandemi koronavirus 2019–2020. Penderita COVID-19 dapat mengalami demam, batuk kering, dan kesulitan bernapas. Sakit tenggorokan, pilek, atau bersin-bersin lebih jarang ditemukan. Pada penderita yang paling rentan, penyakit ini dapat berujung pada pneumonia dan kegagalan multiorgan. Sampai saat ini Indonesia

Infeksi menyebar dari satu orang ke orang lain melalui percikan (droplet) dari saluran pernapasan yang sering dihasilkan saat batuk atau bersi

Waktu dari paparan virus hingga timbulnya gejala klinis berkisar antara 1–14 hari dengan rata-rata 5 hari. Metode standar diagnosis adalah uji reaksi berantai polimerase transkripsi-balik (rRT-PCR) dari usap nasofaring atau sampel dahak dengan hasil dalam beberapa jam hingga 2 hari. Pemeriksaan antibodi dari sampel serum darah juga dapat digunakan dengan hasil dalam beberapa hari. Infeksi juga dapat didiagnosis dari kombinasi gejala, faktor risiko, dan pemindaian tomografi terkomputasi pada dada yang menunjukkan gejala pneumonia.

Mencuci tangan, menjaga jarak dari orang yang batuk, dan tidak menyentuh wajah dengan tangan yang tidak bersih adalah langkah yang disarankan untuk mencegah penyakit ini. Disarankan untuk menutup hidung dan mulut dengan tisu atau siku yang tertekuk ketika batuk. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) merekomendasikan kepada orang-orang yang menduga bahwa mereka telah terinfeksi untuk memakai masker bedah dan mencari nasihat medis dengan memanggil dokter dan tidak langsung mengunjungi klinik. Masker juga direkomendasikan bagi mereka yang merawat seseorang yang diduga terinfeksi tetapi tidak untuk digunakan masyarakat umum. Belum ada vaksin atau obat antivirus khusus untuk COVID-19; tata laksana yang diberikan meliputi pengobatan terhadap gejala, perawatan suportif, dan tindakan eksperimental. Angka fatalitas kasus diperkirakan antara 1–3%.

Tuntunan Nabi Saat Ada: Jangan masuk tempat wabah da jangan keluar dari tempat wabah

  • Rasulullah SAW sendiri mengajarkan banyak ilmu kesehatan dan pengobatan. Beberapa hadits menyebutkan beberapa tuntunan saat dalam musibah sakit atau adanya wabah penyakit.
  • Di zaman Rasululullah SAW pernah terjadi wabah kusta yang menular dan mematikan sebelum diketahui obatnya. Nabi Muhammad SAW juga pernah memperingatkan umatnya untuk tidak dekat dengan wilayah yang sedang terkena wabah. Dan sebaliknya jika berada di dalam tempat yang terkena wabah dilarang untuk keluar.

Seperti diriwayatkan dalam hadits berikut ini:

إِذَا سَمِعْتُمْ بِالطَّاعُونِ بِأَرْضٍ فَلاَ تَدْخُلُوهَا، وَإِذَا وَقَعَ بِأَرْضٍ وَأَنْتُمْ بِهَا فَلاَ تَخْرُجُوا مِنْهَا

Artinya: “Jika kamu mendengar wabah di suatu wilayah, maka janganlah kalian memasukinya. Tapi jika terjadi wabah di tempat kamu berada, maka jangan tinggalkan tempat itu.” (HR Bukhari)

  • Dikutip dalam buku berjudul ‘Rahasia Sehat Ala Rasulullah SAW: Belajar Hidup Melalui Hadith-hadith Nabi’ oleh Nabil Thawil, di zaman Rasulullah SAW jikalau ada sebuah daerah atau komunitas terjangkit penyakit Tha’un, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam memerintahkan untuk mengisolasi atau mengkarantina para penderitanya di tempat isolasi khusus, jauh dari pemukiman penduduk.
  • Tha’un sebagaimana disabdakan Rasulullah saw adalah wabah penyakit menular yang mematikan, penyebabnya berasal dari bakteri Pasterella Pestis yang menyerang tubuh manusia.
  • Jika umat muslim menghadapi hal ini, dalam sebuah hadits disebutkan janji surga dan pahala yang besar bagi siapa saja yang bersabar ketika menghadapi wabah penyakit.

الطَّاعُونُ شَهَادَةٌ لِكُلِّ مُسْلِمٍ

Artinya: “Kematian karena wabah adalah surga bagi tiap muslim (yang meninggal karenanya). (HR Bukhari)

  • Selain Rasulullah, di zaman khalifah Umar bin Khattab juga ada wabah penyakit. Dalam sebuah hadist diceritakan, Umar sedang dalam perjalanan ke Syam lalu ia mendapatkan kabar tentang wabah penyakit.
  • Hadist yang dinarasikan Abdullah bin ‘Amir mengatakan, Umar kemudian tidak melanjutkan perjalanan. Berikut haditsnya:

أَنَّ عُمَرَ، خَرَجَ إِلَى الشَّأْمِ، فَلَمَّا كَانَ بِسَرْغَ بَلَغَهُ أَنَّ الْوَبَاءَ قَدْ وَقَعَ بِالشَّأْمِ، فَأَخْبَرَهُ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عَوْفٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏ “‏ إِذَا سَمِعْتُمْ بِهِ بِأَرْضٍ فَلاَ تَقْدَمُوا عَلَيْهِ وَإِذَا وَقَعَ بِأَرْضٍ وَأَنْتُمْ بِهَا فَلاَ تَخْرُجُوا فِرَارًا مِنْهُ ‏”‏‏

Artinya: “Umar sedang dalam perjalanan menuju Syam, saat sampai di wilah bernama Sargh. Saat itu Umar mendapat kabar adanya wabah di wilayah Syam. Abdurrahman bin Auf kemudian mengatakan pada Umar jika Nabi Muhammad SAW pernah berkata, “Jika kamu mendengar wabah di suatu wilayah, maka janganlah kalian memasukinya. Tapi jika terjadi wabah di tempat kamu berada, maka jangan tinggalkan tempat itu.” (HR Bukhori).

  • Dalam hadits yang sama juga diceritakan Abdullah bin Abbas dan diriwayatkan Imam Malik bin Anas, keputusan Umar sempat disangsikan Abu Ubaidah bin Jarrah. Dia adalah pemimpin rombongan yang dibawa Khalifah Umar.
  • Menurut Abu Ubaidah, Umar tak seharusnya kembali karena bertentangan dengan perintah Allah SWT. Umar menjawab dia tidak melarikan diri dari ketentuan Allah SWT, namun menuju ketentuanNya yang lain. Jawaban Abdurrahman bin Auf ikut menguatkan keputusan khalifah tidak melanjutkan perjalanan karena wabah penyakit.
BACA  Mengapa Anakku Hanya Mau Minum Susu, Tidak Mau Makan Sama Sekali ?

Lock Down

Beberapa negara, seperti Italia, Filipina dan Arab Saudi, telah menerapkan kebijakan lockdown. Hal itu dilakukan guna mengurangi penyebaran kasus virus corona atau Covid-19 di negara mereka. DIndonesia banyak pakar kesehatan, tokoh masyarakat dan masyarakat awam terus menyerukan agar Indonesia melakukan Lockdwon karena tingkat perkembangan kasus Pandemi Covid19 sudah mengkawtirkan. Lockdown adalah protokol darurat yang biasanya mencegah orang atau informasi meninggalkan suatu area. Protokol biasanya hanya dapat diprakarsai oleh seseorang dalam posisi otoritas. Terkunci juga dapat digunakan untuk melindungi orang di dalam fasilitas atau, misalnya, sistem komputasi, dari ancaman atau peristiwa eksternal lainnya. Dari bangunan, kuncian bor biasanya berarti bahwa pintu yang mengarah ke luar dikunci sehingga tidak ada orang yang bisa masuk atau keluar. Penguncian penuh biasanya berarti bahwa orang harus tinggal di tempat mereka berada dan tidak boleh masuk atau keluar dari gedung atau kamar di dalam bangunan tersebut.

Virus corona mulai muncul pada Desember 2019 lalu di China dan mulai menyebar ke seluruh dunia. Pemerintah China sebelumnya telah melakukan lockdown di kota Wuhan atau tempat pertama kali virus tersebut muncul.

Berdasarkan kamus Bahasa Inggris, lockdown artinya kuncian. Maksudnya, negara yang terinfeksi virus corona mengunci akses masuk dan keluar untuk mencegah penyebaran virus corona yang lebih luas

Lockdown juga diikuti dengan larangan mengadakan pertemuan yang melibatkan banyak orang, penutupan sekolah, hingga tempat-tempat umum. Dengan begitu, risiko penularan virus corona pada masyarakat di luar wilayah lockdown bisa berkurang.

Perbedaan isolasi dan karantina

  • Lockdown memiliki arti yang sama dengan isolasi. Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, isolasi berarti pemisahan suatu hal dari hal lain atau usaha untuk memencilkan manusia dari manusia yang lain.
  • Sementara karantina lebih menunjukkan lokasi atau tempat penampungan yakni daerah terpencil guna mencegah terjadinya penularan penyakit dan sebagainya.
  • Karantina ini seperti yang dilakukan pemerintah Indonesia ketika memulangkan WNI dari Wuhan untuk ditempatkan di Pulau Natuna selama dua minggu, dan para WNI ABK kapal pesiar Diamond Princess dan World Dream yang ditempatkan di Pulau Sebaru.
  • Peneliti China Bilang Jangan Berharap Perubahan Cuaca Bisa Musnahkan Virus CoronaPara WNI ini selama di Natuna dan Pulau Sebaru diawasi ketat kesehatannya serta diberikan vitamin serta gizi untuk daya tahan tubuhnya.
BACA  Hipermetropi (Rabun Dekat atau Mata Plus) Pada Anak. Penyebab dan Penanganannya

Jenis

Prosedur untuk menggunakan kuncian darurat dan pencegahan harus direncanakan.

  1. Lockdown preventif Lockdown preventif adalah rencana tindakan pencegahan yang diimplementasikan untuk mengatasi skenario yang tidak biasa atau kelemahan dalam sistem untuk mencegah bahaya untuk memastikan keselamatan dan keamanan orang, organisasi dan sistem. Fokus untuk tindakan pencegahan adalah untuk menghindari bahaya dan risiko yang timbul dari ketidaksesuaian dengan keadaan normal, tetapi juga biasanya mencakup peningkatan efisiensi. Lockdown preventif adalah Lockdown awal untuk mengurangi risiko. Sebagian besar organisasi merencanakan penguncian darurat tetapi gagal merencanakan situasi lain yang mungkin dengan cepat menurun ke tingkat berbahaya. Protokol-protokol ini harus didasarkan pada jenis ancaman, dan harus dibuat sederhana dan singkat untuk pembelajaran dan implementasi cepat, dan cukup fleksibel untuk menangani beberapa skenario. Hal ini memungkinkan administrator untuk memilih lebih banyak dari yang lebih mudah digunakan dalam berbagai skenario. Misalnya, dalam kasus adegan keras oleh orang tua atau pencuri kecil tanpa senjata yang dikejar oleh polisi melalui taman bermain sekolah, prosedur fleksibel ini memungkinkan para administrator sekolah fleksibilitas untuk menerapkan penguncian yang lebih terbatas saat mengajar di sekolah berlanjut, ini menghilangkan kebutuhan untuk penguncian darurat yang lengkap, gangguan dan keterlambatan dimulainya kembali pengajaran, dll. Konsekuensi dari tidak memiliki prosedur untuk menerapkan penguncian tersebut adalah bahwa situasi dapat dengan cepat meningkat di mana mungkin ada kehilangan nyawa manusia.
  2. Lockdown darurat Lockdown darurat dilaksanakan ketika ada ancaman yang dekat dengan nyawa atau risiko cedera pada manusia, misalnya, prosedur penguncian darurat sekolah harus dibuat singkat dan sederhana agar lebih mudah digunakan dalam kondisi krisis kehidupan nyata. Prosedur sederhana dapat dengan mudah diajarkan dengan latihan kuncian berkala alih-alih pelatihan yang panjang.

Sekolah

  • Prosedur penguncian bervariasi menurut distrik sekolah. Secara umum, kuncian berarti bahwa pintu interior dan eksterior dikunci, dan semua siswa dan staf harus tetap berada di lokasi mereka sejak saat kuncian diumumkan. Jendela tertutup, dan siswa berdiri di belakang kelas atau jauh dari jendela. ini hanya untuk tujuan keamanan
  • Sejak Pemotretan Columbine pada tahun 1999, prosedur penguncian di sekolah terus berubah. Beberapa sekolah mengarahkan guru untuk melanjutkan prosedur standar sambil tetap diam, sementara beberapa merekomendasikan pendekatan aktif terhadap ancaman.
BACA  Cara Menjaga Bayi Tidur Dengan Aman

Penjara

  • Dalam penggunaannya yang paling umum di unit koreksi, istilah kuncian dapat didefinisikan sebagai tindakan untuk mengontrol pergerakan narapidana. Mengurung semua tahanan, kecuali pekerja, ke sel mereka sampai akhir hari adalah contoh dari “periode kuncian” dalam jadwal koreksi. Namun “kuncian penuh” digunakan ketika semua tahanan terkunci di sel mereka untuk mencegah kerusuhan atau kerusuhan di penjara menyebar atau selama keadaan darurat.

Rumah sakit

  • Dalam pedoman AS, kesempatan untuk mencegah masuk ke rumah sakit dapat meliputi: kegagalan daya, gempa bumi, banjir, kebakaran, ancaman bom, krisis sandera dan penembak aktif.  Kejadian untuk mencegah masuk dan keluar dari rumah sakit mungkin termasuk: kontaminasi eksternal, gangguan sipil dan penculikan bayi atau anak.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *