Daya Tahan Tubuh Tak Akan Optimal Bila Social Distancing Tak Dilakukan. Inilah Advis Para Ahli

Spread the love

Daya Tahan Tubuh Tak Akan Optimal Bila Social Distancing Tak Dilakukan. Inilah Advis Para Ahli

Kekawatiran dan kepanikan tentang apa yang harus dilakukan selanjutnya di tengah-tengah masa pandemi yang belum pernah terjadi selama ini, penutupan sekolah dan gangguan sosial dan ekonomiyang meluas. Sebagai dokter perawatan primer dan pemimpin kesehatan masyarakat,  Pada kondisi seperti ini, pengendalian wabah covid19 melalui penelusuran kontak dan peningkatan pemeriksaan laboratorium hanyalah bagian dari strategi yang harus dilakukan. Pemerintah harus bergerak ke mitigasi pandemi melalui penyebaran sosial yang luas, tidak nyaman, dan komprehensif. Hal itu berarti tidak hanya meliburkan sekolah, meliburkan kerja, pertemuan kelompok, dan acara-acara publik, tetapi juga membuat pilihan setiap hari untuk menjauh satu sama lain sebanyak mungkin untuk “meratakan kurva,” penyakit Virus covod19.

Social distancing atau pembatasan ruang gerak dan kontak dengan komunitas dapat diberlakukan dengan berbagai cara. Saat ini yang lebih familiar dikenal adalah lockdown. Lock Down itu bisa dilakukan teritorial antar negara, antar wialayah (antar pulau, antar propinsi atau kabupaten). Melihat kenaikkan kasus Corona virus sempat meningkat dua kali lipat saat tanggal 15 Maret dari 36 menjadi 67 penderita membuat kawatir para ahli epidemiologi. Teori epidemiologi yang sekarang banyak dianut 1 penderita Covid19 di sekitar terdapat antara 27 – 50 kontak penderita yang sakit. Dari 27 kontak yang sakit itu bila tidak dilakukan isolasi individu dapat dibayangkan betapa cepat menyebarnya penularan kasus ini. Keterbatasan pemeriksaan PCR di Indonesia membuat semakin banyak penderita Covid19 yang bergentayangan di sekitar kita tanpa tahu kondisi orang tersebut penular virus atau bukan.

Saat ini yang dianut penularan droplet itu bisa dikeluarkan lewat bersin sejauh 1,8 meter. Ternyata dalam penelitian pendahuluan  epidemiologi Di Universitas John Hopkin Amerika didapatkan penularan itu bisa berjarak hingga 6 meter.

Melihat berbagai kondisi tersebut banyak ahli epidemiologi mendesak pemerintah untuk melakukan lock down atau isolasi antar negara. Selain menjaga penularan virus dari luar juga menyelematkan negara lain agar tidak tertular dari orang yang ada di Indonesia. Isolasi antar wilayah juga harus dipertimbangkan cermat dan cepat saat social distancing tidak bermanfaat karena banyakknya rakyat yang masih mengunjung mall dan tempat keramaian. Maka tidak ada salahnya dilakukan Lock Down antar wilayah atau propinsi.

Untuk itu pemerintah dan Kementrian Kesehatan yang berwenang melakukan otoritas kebijakan dan pertauran harus dengan cermat dan cepat melakukan dan mentaati rekomendasi WHO dan para pakar kesehatan agar tidak terlambat dalam penanganan kasus wabah Covid19 ini. Tampaknya pemerintah harus melibatkan para profesional kesehatan di bidangnya seperti organisasi profesi IDI, IDAI, PADBI, perguruan tinggi yang mempunyai pakar epidemiologi, virologi, public health, dan pakar kesehatan lainnya yang berkompeten untuk menetapkan keputusan cepat dan benar secara ilmiah kedokteran. Sayangnya banyak ahli kesehatan menyayangkan bahwa Gugus Tugas Percepata Pencegahan Covid19 yang baru dibentuk hanya terdiri dari unsur pemerintah. Sehingga para pengamat kesehatan mengkawatirkan keterlambatan penanganan kasus ini karena dilakukan bukan dengan pendekatan holistik kesehatan masyarakat tetapi dengan mengutamakan pendekatan ekonomi, sosial dan politik. Kasus menarik lainnya ketika di Yogjakarta ditemukan satu penderita balita terkonfirmasi Covid19. Sri sultan tidak menetapkan keadaan Kejadian Luar Biasa (KLB) dengan alasan masih kondusif masyarakatnya. Padahal secara epidemiologis bila terdapat satu kasus infeksi menular yang belum pernah terjadi sudah dianggap KLB. Hal inilah yang telah terjadi bila para pakar kesehatan tidak dilibatkan dalam pengambilan keputusan.

Ketidakpatuhan Masyarakat

Ketika Presiden Jokowi dan Gubenur Anis Basewdan mengeluarkan aturan untuk melakukan sosial distancing dengan meliburkan sekolah, bekerja, berdoa dan belajar di rumah untuk menghindari kontak dan keramaian, Sehari setelah itu masih tampak di jalanan Jakarta ramai dan padat memasuki mal dan pertokoan. beberapa stasiun televisi berita nasional sempat mewancarai mengapai masyarakat masih banyak berkunjung ke tempat keramaian dan tempat hiburan. Pada umumnya mereka menjawab mereka tidak takut wabah Virus Covid19 karena sudah minum vitamin, istirahat cukup, makan makanan bergizi dan banyak berdoa. Pada umunya masyarakat kelompok ini smeremhkan ganasnya penyebaran virus Covid19. Hal ini dianggap wajar karena selama ini masyarakat dicekoki informasi para pejabat kita bahwa Covid19 mirip flu biasa, 80% sembuh sendiri, yang terkena hanya penderita diabet dan kelainan jantung. Hal ini membuat bumerang bagi pemerintah karena masyarakat banyak meremehkannya wabah virus19 ini. inum vitamin, istrahat cukup dan makan makanan bergizi memang sudah benar untuk edukasi individu. Tetapi untuk kepentingan populasi masyarakat luas hal ini tidak bermanfaat bila tidak disertai social distancing,

BACA  Gejala Penderita Covid19

“Flattening the epidemic curve,” in one chart. (Christina Animashaun/Vox, Source: CDC)

Gambar dari CDC tersebut menunjukkan saat wabah Corono mulai muncul akan terjadi puncak penularan kasus dan kasus akan meningkat pada puncaknya. Saat kondisi tersebut tidak dikendalikan dengan baik maka fasilitas kesehatan tidak akan mampu mengatasi keadaan itu. Penderita akan melonjak drastis tak tertampung fasilitas kesehatan dan tenaga kesehatan. pengalaman mencekamnya kepanikan pasien dan kelelahan tenaga medis yang tak bisa mengangani melonjaknya kasus penderita wabah Corona di Wuhan yang muncul di medsos tak bisa diduga dapat terjadi dimanapun.

Perilaku hidup sehat, sistem kekebalan tubuh dan sistem kesehatan masyarakat yang canggihpun mungkin tidak akan mampu mengatasi kecepatan penularan virus. Apalagi di Indonesia jumlah dan kualitas tempat perawatan ICU tidak sebagus di negara maju lainnya. Jumlah orang yang diproyeksikan akan membutuhkan perawatan akut yang sangat banyak jika tidak mengerahkan kesabarab dan akan secara sosial menjauhkan satu sama lain mulai sekarang. Pada hari biasa, mungkin kapasitas tempat tidur ICU cukup tetap saat wabah  yang dikelola secara nasional, yang dapat ditingkatkan dalam krisis menjadi sekitar 2 atau 3 kali lipat. Bahkan proyeksi moderat menunjukkan bahwa jika tren infeksi saat ini berlaku, kapasitas secara lokal dan nasional mungkin kewalahan pada awal hingga akhir April. Dengan demikian, satu-satunya strategi yang dapat membebaskan kita dari lintasan ini adalah strategi yang memungkinkan kita untuk bekerja bersama sebagai komunitas untuk menjaga kesehatan masyarakat dengan tetap menjaga jarak dengan kontak manusia dan menghindari dan menjaga jarak dengan komunitas atau kepadatan.

Dibutuhkan keearifan dan kesabaran dalam menghadapi masalah ini. Karena jangan heran akan banyak muncul penyimpangan sosial yang lebih agresif, kasar, dan ekstrem dapat terjadi dalam kondisi ini baik di media sosial dan di lingkungan kita secara langsung. Pelajaran dan pengalaman keberhasilan dari negara-negara di seluruh dunia telah menunjukkan kepada bahwa mengambil tindakan ini sejak dini dapat memiliki dampak dramatis pada meningkat wabah hingga tak terkendali. Jadi, apa arti peningkatan jarak sosial ini setiap hari, ketika sekolah diliburkan ?

Berikut adalah beberapa langkah yang bisa dimulai sekarang untuk menjaga keluarga Anda aman dan melakukan bagian Anda untuk menghindari krisis yang memburuk.

  1. Perlu mendorong para pemimpin lokal, negara bagian dan nasional kita untuk menutup semua sekolah dan ruang publik dan membatalkan semua acara dan pertemuan publik sekarang. Respons lokal, kota demi kota tidak akan memiliki efek yang diperlukan memadai. Para ahli epidemiologi menyarankan butuh  pendekatan seluruh negara bagian di masa-masa sulit ini. Hubungi perwakilan politik anda di parlemen dan gubernur anda untuk mendesak mereka memberlakukan penutupan di seluruh negara bagian. Sampai hari ini, hanya enam negara telah melakukannya. Negara Indonesia bukan menjadi salah satunya. Juga mendesak para pemimpin untuk meningkatkan dana untuk kesiapsiagaan darurat dan menjadikan kapasitas pengujian virus corona menjadi prioritas utama dan segera. Rakyat juga  membutuhkan legislator untuk memberlakukan cuti sakit yang dibayar lebih baik dan tunjangan pengangguran untuk membantu mendorong orang untuk membuat panggilan yang tepat untuk tinggal di rumah sekarang.
  2. Tidak mengunjungi teman bermain anak, pesta, menginap atau keluarga / teman yang mengunjungi rumah dan apartemen masing-masing. Rekomendasi ini kedengarannya ekstrem. Kita harus berusaha menciptakan jarak antara unit keluarga dan antara individu. Ini mungkin sangat tidak nyaman untuk keluarga dengan anak kecil, anak-anak dengan kemampuan atau tantangan yang berbeda, dan untuk anak-anak yang hanya suka bermain dengan teman-teman mereka. Tetapi bahkan jika Anda hanya memilih satu teman untuk digantikan, Anda membuat tautan dan kemungkinan baru untuk jenis transmisi yang berusaha dicegah oleh semua sekolah / pekerjaan / acara publik. Gejala-gejala coronavirus akan terjadi  empat hingga lima hari untuk muncul tanda dan gejala penyakit. Seseorang yangtampak dalam keadaan sehat dapat menularkan virus. Berbagi makanan sangat berisiko, dokter tidak merekomendasikan orang melakukannya di luar lingkungankeluarga. Para ahli telah mengambil langkah-langkah sosial yang ekstrim untuk mengatasi penyakit serius ini. Jangan aktif melakukan sindiran atau ktitikan upaya para ahli untuk menghindari interaksi sosial tingkat tinggi di rumah-rumah penduduk, bukan di sekolah atau tempat kerja. Kebijaksanaan mengatur jarak sosial yang dini dan agresif  dapat meratakan kurva di atas, Hal ini mengakibatkan sistem kesehatan di Indonesia diberi kesempatan untuk tidak kewalahan, dan pada akhirnya dapat mengurangi panjang dan kebutuhan untuk periode yang lebih lama dari jarak sosial yang ekstrim nantinya seperti yang dilihat di Italia dan Wuhan. Semua masyarakat perlu melakukan dengan disiplin selama masa-masa ini, bahkan jika itu berarti ketidaknyamanan untuk sementara waktu.
  3. Jaga diri Anda dan keluarga Anda, tetapi jaga jarak sosial. Berolahraga, berjalan-jalan / berlari di luar, dan tetap terhubung melalui telepon, video, dan media sosial lainnya. Tetapi ketika pergi keluar, lakukan yang terbaik untuk mempertahankan setidaknya enam kaki antara Anda dan anggota keluarga. Jika memiliki anak, cobalah untuk tidak menggunakan fasilitas umum seperti struktur taman bermain, karena coronavirus dapat hidup dari plastik dan logam hingga sembilan hari, dan struktur ini tidak dibersihkan secara teratur.Pergi ke luar akan menjadi penting selama masa-masa aneh ini, dan cuaca membaik. Pergi ke luar setiap hari jika bisa, tetapi tinggal jauh dari orang-orang di luar keluarga atau teman sekamar. Jika memiliki anak, cobalah memainkan permainan sepak bola keluarga untuk mencegah anak anda bermain dengan anak-anak lain, karena olahraga sering kali berarti kontak fisik langsung dengan orang lain. Dan meskipun kita ingin mengunjungi para jompo di komunitas secara langsung, ssebaiknya sementara tidak mengunjungi panti jompo atau daerah lain di mana sejumlah besar lansia tinggal, karena mereka berisiko paling tinggi untuk komplikasi dan kematian akibat virus coronavirus.

  4. Kurangi frekuensi pergi ke toko, restoran, dan kedai kopi untuk sementara waktu. Tentu saja perjalanan ke toko kelontong akan diperlukan, tetapi cobalah untuk membatasi mereka dan pergi ketika mereka kurang sibuk. Pertimbangkan meminta toko kelontong untuk mengantri orang di pintu agar membatasi jumlah orang di dalam toko pada suatu waktu. Ingatlah untuk mencuci tangan dengan saksama sebelum dan setelah perjalanan Anda. Dan tinggalkan masker dan sarung tangan medis untuk para profesional medis – kita membutuhkan mereka untuk merawat mereka yang sakit. Jaga jarak dari orang lain saat berbelanja – dan ingat bahwa menimbun persediaan berdampak negatif pada orang lain, jadi beli apa yang Anda butuhkan dan tinggalkan sebagian untuk orang lain. Makanan dibawa pulang dan makanan lebih berisiko daripada membuat makanan di rumah mengingat hubungan antara orang-orang yang menyiapkan makanan, mengangkut makanan, dan Anda. Sulit untuk mengetahui seberapa besar risikonya, tetapi jelas lebih tinggi daripada membuatnya di rumah. Tetapi Anda dapat dan harus terus mendukung bisnis kecil lokal Anda (terutama restoran dan pengecer lainnya) selama masa sulit ini dengan membeli sertifikat hadiah online yang dapat Anda gunakan nanti.

  5. Jika sakit, isolasi diri , tinggal di rumah dan hubungi seorang profesional medis. Jika sakit,  harus mencoba mengisolasi diri dari anggota keluarga lainnya di dalam tempat tinggal sebaik mungkin. Jika Anda memiliki pertanyaan tentang apakah memenuhi syarat atau harus mendapatkan tes coronavirus, Anda dapat menghubungi tim perawatan primer  dan / atau mempertimbangkan menghubungi institusi keehatan di sekitar kita.

BACA  Kemungkinan seorang anak terkena penyakit coronavirus 2019 (COVID-19) ?

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *