KLINIK DR WIDODO JUDARWANTO pediatrician

Covid19 Bisa Tanpa Gejala Tapi Bisa Jadi Sumber Penularan

Spread the love

Dua makalah yang diterbitkan Jumat dalam jurnal Lancet mengungkapkan beberapa analisis ketat pertama terhadap pasien yang mengontrak virus corona baru yang telah mewabah di Cina dan menyebar ke negara lain. Di antara penemuan mereka: Virus tidak hanya mempengaruhi orang lain, kondisi kesehatan yang mendasarinya, dan orang yang tidak menunjukkan gejala masih dapat membawa virus. Penderita yang telah terinfeksi Coronavirus (2019-nCoV) bisa tanpa menimbulkan gejala klinis seperti orang sehat tetapi bisa jadi sumber penularan virus berbahaya itu. Hal ini lebih menguatkan bahwa pencegahan dengan Thermal Scanner tidak bisa mendeteksi penyakit virus Corona. Sebelumnya juga diungkapkan bahwa dalam periode inkubasi yang tanpa gejala klinis juga bisa menularkan infeksi ganas ini.

Dalam satu studi, para peneliti menganalisis data dari 41 pasien pertama yang dirawat di rumah sakit dengan kasus infeksi yang dikonfirmasi di kota Wuhan di Cina tengah, tempat wabah diyakini berasal bulan lalu. Dua pertiga dari mereka pergi ke pasar makanan laut besar yang juga menjual hewan liar untuk diambil dagingnya dan diduga merupakan tempat virus itu melonjak dari sumber hewan ke manusia. Usia rata-rata pasien adalah 49.

Para pasien menunjukkan berbagai gejala, banyak di antaranya mirip dengan yang disebabkan oleh SARS, virus corona lain, yang menyebabkan wabah global pada tahun 2002-2003 yang dimulai di Cina. Mereka semua menderita pneumonia, dan sebagian besar menderita demam dan batuk. Beberapa orang mengalami kelelahan; gejala yang lebih jarang termasuk sakit kepala dan diare. Para peneliti mencatat bahwa pasien denan SARS lebih sering mengalami ingusan, sakit tenggorokan, dan diare daripada mereka yang memiliki coronavirus baru, yang sementara ini disebut 2019-nCoV.

BACA  Tanda Bahaya COVID-19 Harus Segera Ke Layanan Kesehatan

Tanpa Gejala

Penelitian baru pada virus corona Wuhan, seperti dilansir dari South China Morning Post  ditemukan, virus mungkin hidup pada individu tanpa gejala yang jelas. Para peneliti mengatakan, pasien dalam kondisi demikian disebut para peneliti dengan sebutan “pneumonia berjalan”. Terkait dengan adanya pneumonia berjalan ini, peneliti mengingatkan perlunya pelacakan orang-orang yang sudah melakukan kontak dengan pasien untuk mencegah jumlah kasus yang ada menyamai wabah SARS 2003.

Temuan tersebut dilaporkan dalam jurnal medis The Lancet edisi Jumat. Tim peneliti di jurnal itu terdiri dari dokter yang merupakan pakar penyakit menular terkemuka Hong Kong, salah satunya Profesor Yuen Kwok-yung. Hal tersebut berdasarkan penelitian pada keluarga berjumlah 7 orang yang dirawat di Rumah Sakit Shenzen milik Universitas Hong Kong antara 10-15 Januari 2020. Keenam anggota dari tujuh orang itu didiagnosis positif terinfeksi 2019-nCoV tanpa diketahui bagaimana mereka mendapatkannya. Tidak menunjukkan gejala Dari keenam anggota tersebut, seorang bocah laki-laki berusia 10 tahun tak menunjukkan gejala apapun layaknya seseorang yang telah terinfeksi. Tetapi anehnya, hasil scan CAT dari paru-parunya menunjukkan tanda-tanda pneumonia pada paru-parunya. “Seperti yang ditunjukkan dalam penelitian ini, penting untuk mengisolasi pasien dan melacak kontak sedini mungkin karena infeksi asimptomatik (penyakit tanpa gejala, red) tampaknya mungkin,” ujar laporan tersebut. Keenam pasien tersebut sebelumnya sempat melakukan perjalanan ke Wuhan dari Shenzen antara tanggal 29 Desember dan 4 Januari. Adapun pasien laki-laki tanpa gejala tersebut merupakan satu dari dua anak di kelompok itu. Anak lainnya adalah gadis berusia tujuh tahun. Sama dengan si bocah laki-laki, ia juga tak menunjukkan gejala. Bahkan si bocah perempuan dilaporkan ibunya diminta terus mengenakan masker bedah selama mereka di Wuhan.

BACA  Sistem Imun, Imunomodulator Echinacea dan Dampaknya

Konfirmasi Terinfeksi Virus Corona Dalam laporan tersebut disebutkan, pemindaian CAT pada kedua anak itu dilakukan atas permintaan orangtua yang khawatir meskipun mereka tak menunjukkan gejala. Berbeda dengan kedua anak itu, anggota keluarga lain dalam laporan tersebut disebutkan mereka datang ke rumah sakit dengan gejala berupa kadang-kadang demam. Laporan tersebut juga membandingkan dengan kasus SARS yang juga terdapat infeksi asimptomatik. Akan tetapi pasien tanpa gejala pada Sars adalah sesuatu yang tidak biasa. Kasus-kasus samar ‘pneumonia berjalan’ disebutkan dalam laporan itu, mungkin adalah sumber yang mungkin menyebarkan wabah. Sehingga perlu penelitian lebih lanjut mengenai signifikasi epidemiologis dari kasus-kasus tanpa gejala itu.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)