KLINIK DR WIDODO JUDARWANTO pediatrician

Pencegahan Anak Berperawakan Pendek dan Stunting

Pertumbuhan dan perkembangan merupakan salah satu aspek penting bagi kesehatan anak. Perawakan pendek atau stunting merupakan gangguan pertumbuhan yang sebagian besar disebabkan oleh masalah nutrisi. Orang tua merupakan pihak yang sangat berperan dalam menentukan status nutrisi anak sehingga sangat penting bagi orang tua untuk mengetahui seputar perawakan pendek pada anak.

Pertumbuhan dan perkembangan merupakan hal yang seharusnya selalu dipantau pada setiap kunjungan ke dokter. Pemantauan pertumbuhan anak biasanya dilakukan dengan memplot berat badan dan tinggi badan ke dalam suatu kurva pertumbuhan. Seorang anak dikatakan pendek jika tinggi badan atau panjang badan menurut usia lebih dari dua standar deviasi di bawah median kurve standar pertumbuhan anak WHO.

STUNTING DAN PENDEK

  • Stunting dan perawakan pendek berbeda. Stunting itu pendek, tapi pendek belum tentu stunting. Selain kurangnya gizi, infeksi berulang dan penyakit kronis menjadi penyebab stunting.
  • Anak dikatakan stunting saat berusia 0-5 tahun dengan tinggi badan hanya sekitar 8,5-11,75 cm, di mana tinggi ini dibawah rata-rata normal anak seusianya. Sedangkan penyebab anak tumbuh pendek, umumnya berhubungan dengan genetik atau masalah hormon.
  • Hampir 40% atau 4 dari 10 anak Indonesia tumbuh pendek. Ini berbahaya bila anak tumbuh pendek.
  • Pada dasarnya, asupan nutrisi yang didapat anak memiliki pengaruh yang besar saat 1000 hari pertama kehidupan. Selanjutnya, pertumbuhan anak diambil alih oleh faktor hormon.

Perawakan pendek disebabkan oleh faktor lingkungan dan genetik. Lingkungan merupakan aspek penting yang masih dapat diintervensi sehingga perawakan pendek dapat diatasi. Faktor lingkungan yang berperan dalam menyebabkan perawakan pendek antara lain status gizi ibu, pola pemberian makan kepada anak, kebersihan lingkungan, dan angka kejadian infeksi pada anak. Selain disebabkan oleh lingkungan, perawakan pendek juga dapat disebabkan oleh faktor genetik dan hormonal. Akan tetapi, sebagian besar perawakan pendek disebabkan oleh malnutrisi.

Awal kehamilan sampai anak berusia dua tahun (periode 1000 Hari Pertama Kehidupan) merupakan periode kritis terjadinya gangguan pertumbuhan, termasuk perawakan pendek. Pada periode seribu hari pertama kehidupan ini, sangat penting untuk dilakukan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan secara berkala dan tentu saja pemenuhan kebutuhan dasar anak yaitu nutrisi, kasih sayang, dan stimulasi.

BACA  Keterlambatan Pertumbuhan Konstitusional, Penyebab dan Penanganannya

Para orangtua memiliki kewajiban untuk memperhatikan setiap fase pertumbuhan anaknya. Kenapa? Karena Indonesia memiliki target Suistainable Development Goals di tahun 2030 yang tujuannya adalah menurunkan penderita stunting dan anak pendek.

Sementara, hingga saat ini masalah hormon yang menyebabkan anak bertumbuh pendek belum mendapat kesadaran yang cukup. Tercatat angka kejadian defisiensi hormon pertumbuhan diperkirakan terjadi pada 1:4000 sampai 1:10.000 anak.

Perawakan Pendek

  • Perawakan pendek adalah istilah umum untuk orang yang tinggi badannya jauh di bawah rata-rata dibandingkan dengan tinggi teman sebayanya. Meskipun dapat diterapkan pada orang dewasa, istilah ini lebih umum digunakan untuk menyebut anak-anak.
  • Seorang anak bisa secara signifikan lebih pendek dari teman-temannya dan masih sangat sehat. Ini terutama benar jika kedua orang tua juga lebih pendek dari rata-rata. Genetika adalah penentu utama tinggi badan.
  • Namun, perawakan pendek terkadang dapat mengindikasikan masalah medis yang mendasarinya. Dalam kasus ini, banyak anak dapat tumbuh ke ketinggian normal dengan pengobatan yang tepat. Bagi yang lain, perawakan pendek mungkin permanen.
  • Dokter anak Anda akan mengukur tinggi badan anak Anda dan kemudian merujuk pada grafik pertumbuhan. Bagan ini menunjukkan tinggi rata-rata anak-anak lain dengan usia dan jenis kelamin yang sama.
  • Penilaian tinggi badan akan bervariasi tergantung pada populasi anak Anda. Titik potong yang tepat dapat bervariasi antara grafik negara dan pertumbuhan.
  • Berdasarkan evaluasi terhadap anak-anak bertubuh tinggi dan pendek, dokter menganggap seorang anak bertubuh pendek jika tinggi badan mereka kurang dari 2 deviasi standar di bawah populasi lainnya.

Penyebab

Tiga alasan utama untuk perawakan pendek adalah keterlambatan pertumbuhan konstitusional, genetika, dan penyakit.

  1. Penundaan pertumbuhan konstitusional Beberapa anak berkembang lebih lambat dari yang lain. Anak-anak ini masih kecil untuk usia mereka dan sering memasuki masa pubertas kemudian. Namun, mereka akan terus berkembang setelah teman-temannya berhenti. Mereka biasanya mengejar sampai dewasa.
  2. Genetika Jika salah satu atau kedua orang tua bertubuh pendek, besar kemungkinan anaknya juga pendek.
  3. Jika tidak ada alasan medis yang mendasari mengapa salah satu orang tua bertubuh pendek, tinggi badan anak mereka mungkin sangat sehat.
BACA  GEJALA DAN TANDA SULIT MAKAN DAN GANGGUAN KENAIKKAN BERAT BADAN PADA ANAK

Penyakit

Sejumlah penyakit dapat menyebabkan perawakan yang luar biasa pendek. Penyakit ini terbagi dalam beberapa kategori.

  • Penyakit endokrin. Penyakit endokrin mempengaruhi produksi hormon dan seringkali tinggi badan. Ini termasuk:
    • defisiensi hormon pertumbuhan (GHD)
    • hipotiroidisme (kadar hormon tiroid rendah)
    • Penyakit Cushing
  • Penyakit kronis. Beberapa penyakit kronis juga dapat menurunkan tinggi badan melalui pengaruhnya terhadap kesehatan secara keseluruhan. Contohnya termasuk:
    • penyakit jantung
    • asma
    • penyakit radang usus (IBD)
    • diabetes
    • masalah ginjal
    • anemia sel sabit
    • juvenile idiopathic arthritis (JIA)
  • Kondisi genetik. Kondisi genetik yang memengaruhi tinggi badan termasuk sindrom Down, sindrom Turner, dan sindrom Williams.
    • Penyakit tulang dan tulang. Penyakit ini, seperti rakhitis atau achondroplasia, dapat mengubah perawakannya melalui efeknya pada pertumbuhan tulang.
    • Masalah selama kehamilan juga bisa memengaruhi tinggi badan anak.

Malnutrisi dapat menyebabkan perawakan pendek juga. Masalah pertumbuhan yang disebabkan oleh malnutrisi jarang terjadi di Amerika Serikat.

DIAGNOSIS

  • Jika dicurigai adanya kondisi medis. Tes yang dilakukan
  • rontgen pelat pertumbuhan di tangan kiri untuk memeriksa apakah pertumbuhan anak Anda sesuai dengan usianya
  • skrining untuk GHD
  • hitung darah lengkap (CBD) untuk memeriksa penyakit darah
  • analisis DNA untuk memeriksa sindrom Turner pada anak perempuan dan penyakit genetik lainnya
  • tes darah untuk memeriksa masalah tiroid, hati, ginjal, dan masalah lainnya
  • pemindaian pencitraan untuk mencari tumor

Pencegahan

Upaya tindakan antisipasi perawakan pendek sebaiknya dimulai dari masa kehamilan. Bagi ibu hamil, upaya yang dapat dilakukan yaitu melakukan pemeriksaan kehamilan secara teratur, menghindari asap rokok dan memenuhi nutrisi yang baik selama masa kehamilan antara lain dengan menu sehat seimbang, asupan zat besi, asam folat, yodium yang cukup.

Melakukan kunjungan secara teratur ke dokter atau pusat pelayanan kesehatan lainnya untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan anak, yaitu -setiap bulan ketika anak anda berusia 0 sampai 12 bulan

  • setiap 3 bulan ketika anak anda berusia 1 sampai 3 tahun
  • setiap 6 bulan ketika anak anda berusia 3 sampai 6 tahun
  • setiap tahun ketika anak anda berusia 6 sampai 18 tahun
  • Memberikan ASI eksklusif sampai anak anda berusia 6 bulan dan pemberian MPASI yang memadai
  • Mengikuti program imunisasi terutama imunisasi dasar.
BACA  Stunting Pada Anak

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)

× Konsultasi Kesehatan Whatsapp, Klik Di sini