KLINIK DR WIDODO JUDARWANTO pediatrician

Perut Kembung Pada Bayi dan Hipersensitifitas Atau Alergi Saluran Cerna

Spread the love

Perut kembung pada bayi membuat bayi tidak nyaman sehingga dia menjadi rewel dan sering menangis tanpa alasan. Sebenarnya perut kembung pada bayi hingga usia 3 bulan termasuk hal yang wajar, karena memang saluran pencernaannya belum berfungsi sempurna. Seiring bertambahnya usia, bayi juga dapat mengalami perut kembung karena mulai mencoba makanan yang berbeda untuk pertama kalinya. Perut bayi kembung cukup umum terjadi dan biasanya tidak memerlukan perawatan khusus. Gas berlebihan dalam penernaan sangat umum terjadi pada bayi antara satu dan empat bulan, karena sistem pencernaan masih berkembang. Penelitian awal yang pernah dilakukan penulis, gangguan kembung berlangsung hilang timbul lebih dari 2 minggu seringkali disertai gangguan hipersensitif saluran cerna, hipersensitif kulit dan saluran napas. Bila hal itu terjadi bersamaan biasanya gangguan kembung seringjali terjadi atau dikaitkan dengan bayi dengan riwayat kipersensitifitas sluran cerna atau alergi saluarn cerna

Ketidakmatangan Saluran Cerna (imaturitas Saluran Cerna)

Banyak penyebab terjadinya gangguan kembung pada bayi, tetapi yang lebih sering adalah katrena ketidak matangan saluarn cerna pada bayi. Gangguan kembung sering kali disertai dengan gangguan hipersensitifitas saluran cerna lainnya seperti mual, muntah, diare, konstipasi, rewel atau sering bang angin. Berbagai gangguan  hipersensitifitas pada bayi itu  itu terjadi karena belum sempurnanya saluran cerna. Secara mekanik integritas mukosa usus dan peristaltik merupakan pelindung masuknya alergen ke dalam tubuh. Secara kimiawi asam lambung dan enzim pencernaan menyebabkan denaturasi allergen. Secara imunologik sIgA pada permukaan mukosa dan limfosit pada lamina propia dapat menangkal allergen masuk ke dalam tubuh. Pada usus imatur sistem pertahanan tubuh tersebut masih lemah dan gagal berfungsi sehingga memudahkan alergen, virus dan bakteri masuk ke dalam tubuh. Dengan pertambahan usia, ketidakmatangan saluran cerna tersebut semakin membaik.

Pada usia setelah 3 bulan biasanya kebiasaan minum malam, atau terbangun malam hari seringkali akan mmbaik setelah usia 3 bulan. Biasanya setelah 2 tahun saluran cerna tersebut berangsur membaik. Hal ini juga yang mengakibatkan penderita alergi  sering sakit pada usia sebelum 2 tahun. Fenomena tersebut juga menunjukkan bahwa sewaktu bayi atau usia anak mengalami hipersensitifitas saluarn cerna atau alergi saluran cerna

Tanda dan gejala hipersensitifitas saluran cerna yang di alami bayi 

  • Sering muntah atau gumoh, dalam keadaan tertentu sering disebut gastrooesephageal refluks
  • Sering kembung, dan perut berbunyi “keroncongan” saat digendong atau diraba.
  • Sering “cegukan” (hicup) bila sering cegukan biasanya bayi sulit untuk disendawakan.
  • Sering buang angin, kadang  berbau tajam. Rata-rata, bayi mengeluarkan gas sekitar 13 hingga 21 kali setiap hari.
  • Sering “ngeden” atau “mulet”. Pada penderita dengan ngeden yang berlebihan seringkali disertai gangguan kulit kuning yang berkepanjangan atau kuning yang tinggi saat pulang dari kelahiran ke rumah. Bila ngeden berlebihan tekanan perut akan meningkat sehingga beresiko terjadi Hernia Umbilikalis (pusar menonjol, “pusar bodong”), Scrotalis, inguinalis (benjolan di selangkangan, daerah buah zakar atau pusar atau “turun berok”)  atau terjadi hidrokel atau pem,besaran karena cairtan pada pada kantong buah zakar. Pada beberapa kasus juga gangguan ini mengakibatkan  pusar yang mengeluarkan bercak darah sedikit pada usia di bawah 1-2 bulan. Beberapa kasus yang lain keadaan ini seringkali mengakibatkan pusar masih basah dan sulit kering.
  • Sering REWEL dan  GELISAH atau COLIK
  • Sering buang air besar (> 3 kali perhari)
  • Tidak BAB tiap hari, bahkan kadang sampai 3- 5 hari lebih. Pada keadaan tertentu sering dikelirukan dengan Penyakit Hiscrhprung. Bila terdapat berbagai gangguan hipersensitifitas saluran cerna lainnya sebaiknya bila diagnosis  Penyakit Hiscrhprung meragukan segera mencari “second opinion” ke dokter lainnya.
  • Feses berwarna hijau, kadang berlendir, berbau tajam
  • BERAK DARAH.
  • Lidah sering timbul putih (seperti jamur). Bibir tampak kering atau bibir bagian tengah berwarna lebih gelap (biru).

Tanda dan Gejala lain yang sering menyertai

  • Kulit sensitif, sering timbul bintik atau bisul kemerahan terutama di pipi, telinga dan daerah yang tertutup popok. Kerak di daerah rambut.Timbul bekas hitam seperti tergigit nyamuk. Mata, telinga dan daerah sekitar rambut sering gatal, disertai pembesaran kelenjar di kepala belakang. Kotoran telinga berlebihan kadang sedikit berbau.
  • Hiperreaktifitas Bronkus. Napas bunyi  grok-grok, kadang disertai batuk sesekali terutama malam dan pagi hari siang hari hilang. Bayi seperti ini beresiko sering batuk atau bila batuk sering lama (>7hari) dan dahak berlebihan )
  • Sesak bayi baru lahir disertai kelenjar thimus membesar (TRDN/TTNB). BILA BERAT SEPERTI PARU-PARU TIDAK MENGEMBANG (LIKE RDS) Bayi usia cukup bulan (9 bulan) secara teori tidak mungkin terjadi paru2 yang belum mengembang. Paru tidak mengembang hanya terjadi pada bayi usia kehamilan < 35 minggu)  Bayi seperti ini menurut penelitian beresiko asthma (sering batuk/bila batuk sering dahak berlebihan )sebelum usia prasekolah.
  • Bersin dan sering buka mulut. Sering bersin, pilek, kotoran hidung banyak, kepala sering miring ke salah satu sisi karena hidung buntu, atau minum dominan hanya satu sisi bagian payudara. Kepala yang sering miring ke salah satu sisi ini  akan mengakibatkan kepala “peyang” atau mata juling ringan.
  • Mulut sering terbuka. Karena hidung buntu, muluit sering terbuka bernapas dengan mulut waktu minum ASI sering tersedak
  • Mata sering berair atau sering timbul kotoran mata (belekan) salah satu sisi/kedua sisi.
  • Sering berkeringat (berlebihan)
  • Tanda Haus Palsu atau Bayi sering minta minum berlebihan padahal tidak haus. Bayi sulit dibedakan apakah karena haus atau karena ada yang tiodak nyaman di perutnya. Dalam keadaan ini seringkali ibu tidak percaya diri saat memberi ASI, karena meski sudah diberi minum lama tetapi bayi tetapi menangis terus seperti minta minum. Hal inilah yang sering mengacaukan ASI ekslusif, akhirmnya ibu tidak tega dan memberi minuman botol. Pada bayi dengan gangguan hipersensitifitas saluran cerna ini biasanya mengalami rasa tidak nyaman di perut. Sehingga mengakibatkan sering rewel atau sering seperti minta minum. Mulut sering terbuka dan mencari minum, biasanya bayi sering hanya ingin “ngempeng”. Namun bila diberi ASI sering hanya mau sesaat tapi setelah itu menolak karena memang tidak haus, tetapi saat disodori minum botol langusng minum karena perbedaan bsaat minum botol susu keluar dengan sendirinya sehingga bayi terpakasa menghisap. Tetapi saat diberi ASI bayi tidak mau menyedot karena untuk keluar ASI harus mengeluarkan tenaga hisapan, dan bayi tidak mau menghisap karena memang tidak haus. Karakteristik lainnya biasanya bayi minum sangat lama lebih dari 30 menit hingga 1 jam, krena hanya ngempeng tidak minum. Karena minum yang berlebihan atau sering minta minum berakibat berat badan lebih dan kegemukan (umur <1tahun). Sebaliknya terjadi berat badan turun setelah usia 4-6 bulan, karena makan dan minum berkurang
  • Kepala, telapak tangan atau telapak kaki sering teraba sumer/hangat.
  • Mempengaruhi gangguan hormonal : keputihan/keluar darah dari vagina, timbul bintil merah bernanah, pembesaran payudara, rambut rontok, timbul banyak bintil kemerahan dengan cairan putih (eritema toksikum) atau papula warna putih
BACA  Penanganan Terkini Aspirasi Mekonium Pada Bayi Baru Lahir

GANGGUAN PERKEMBANGAN DAN PERILAKU RINGAN YANG SERING MENYERTAI  PENDERITA HIPERSENSITIFITAS SALURAN CERNA PADA BAYI

  • GANGGUAN NEURO FUNGSIONAL : Mudah kaget bila ada suara yang mengganggu. Gerakan tangan, kaki dan bibir sering gemetar. Kaki sering dijulurkan lurus dan kakuBreath Holding spell : bila menangis napas berhenti beberapa detik kadang disertai sikter bibir biru dan tangan kaku. Mata sering juling (strabismus). Kejang tanpa disertai ganggguan EEG (EEG normal)
  • GERAKAN MOTORIK BERLEBIHAN  Usia < 1 bulan sudah bisa miring atau membalikkan badan.  Usia < 6 bulan: mata/kepala bayi sering melihat ke atas. Tangan dan kaki bergerak berlebihan, tidak bisa diselimuti (“dibedong”). Kepala sering digerakkan secara kaku ke belakang, sehingga posisi badan bayi “mlengkung” ke luar. Bila digendomg tidak senang dalam posisi tidur, tetapi lebih suka posisi berdiri.  Usia > 6 bulan bila digendong sering minta turun atau sering bergerak/sering menggerakkan kepala dan badan atas ke belakang, memukul dan membentur benturkan kepala. Kadang timbul kepala sering bergoyang atau mengeleng-gelengkan kepala. Sering kebentur kepala atau jatuh dari tempat tidur.
  • EMOSI MENINGKAT, sering menangis, berteriak dan bila minta minum susu sering terburu-buru tidak sabaran.
  • GANGGUAN TIDUR  (biasanya MALAM-PAGI) gelisah,bolak-balik ujung ke ujung; bila tidur posisi “nungging” atau tengkurap; berbicara, tertawa, berteriak dalam tidur; sulit tidur atau mata sering terbuka pada malam hari tetapi siang hari tidur terus; usia lebih 9 bulan malam sering terbangun atau tba-tiba duduk dan tidur lagi,
  • AGRESIF MENINGKAT, pada usia lebih 6 bulan  sering memukul muka atau menarik rambut orang yang menggendong. Sering menggigit, menjilat tangan atau punggung orang yang menggendong. Sering menggigit putting susu ibu bagi bayi yang minum ASI, Setelah usia 4 bulan sering secara berlebihan memasukkan sesuatu ke mulut. Tampak anak sering memasukkan ke dua tangan atau kaki ke dalam mulut.
  • GANGGUAN KONSENTRASI : cepat bosan thd sesuatu aktifitas bermain, bila diberi cerita bergambar sering tidak bisa lama memperhatikan.
  • GANGGUAN MOTORIK DAN KOORDINASI : Pada POLA PERKEMBANGAN NORMAL adalah BOLAK-BALIK, DUDUK, MERANGKAK, BERDIRI DAN BERJALAN  sesuai usia. Pada gangguan keterlambatan motorik biasanya baru bisa bolak balik pada usia lebih 5 bulan, usia 6 – 8 bulan tidak duduk dan merangkak, setelah usia 8 bulan langsung berdiri dan berjala

Berbagai tanda dan gejala tersebut seringkali timbul dan berkurangnya secara bersamaan. Gangguan tersebut dapat meningkat atau lebih terganggua karena2 hal utama

  • Bila berbagai gangguan tersebut ringan biasanya penyebabnya karena reaksi akibat makanan bisa karena susu formula yang dikonsumsi atau makanan ibu yang dapat melalui ASI yang ikut terkonsumsi bayi.
  • Bila berbagai gangguan tersebut tidak ringan biasanya penyebabnya karena bayi mengalami infeksi virus ringan  atau flu. Gangguan flu atau infeksi saluran napas pada bayi sangat ringan kadang hanya berupa bersin lebih sering, batuk hanya sekali-sekali, napas bunyi grok-grok semakin keras terdengar. Bayi biasanya teraba kepala atau badannya agak sedikit hangat tetapi bila diukur dengen termometer suhunya normal. Bila ini terjadi biasanya terdapat orang dekat bayi yang mengalami sakit flu ringan. Bisa saja kakak, ayah, ibu, nenek atau pengasuh yang sering menggendong. Flu atau infeksi virus ringan pada orang dewasa kadang hanya berupa badan ngilu, pegal atau sering dikira kecapekan. Biasanya kadang disertai nyeri tenmggorokan, sakit kepala dan hanya berlangsung 1-2 hari saja, atau sering diangga flu tidak jadi.
BACA  TIPS UNTUK MENCIPTAKAN VARIASI MAKANAN

Penanganan

  • Letakkan bayi di kasur dengan posisi tidur telentang. Angkat kedua kakinya dan gerakkan seperti sedang mengendarai sepeda. Gerakan ini dapat membantu mengeluarkan gas dari perut bayi.
  • Pijat perut bayi secara perlahan dengan gerakan searah jarum jam. Sama seperti gerakan sebelumnya, cara ini dapat dilakukan dengan posisi tidur.
  • Usap-usap punggung dengan meletakkan bayi di atas kedua paha Anda dengan posisi perut menghadap ke bawah atau telungkup.
  • Susui si bayi dengan posisi sedikit tegak, agar susu dapat secara perlahan dan lancar masuk ke dalam perut sehingga tidak menimbulkan masalah perut.
  • Susui bayi sebelum dia merasa lapar. Hal ini bisa meminimalkan kemungkinan perut kembung pada bayi akibat masuk angin. Ketika bayi sudah menangis kelaparan, dia cenderung menelan angin lebih banyak bersamaan dengan makanannya.
  • Perut kembung pada bayi juga bisa menjadi tanda adanya masalah pencernaan yang serius, oleh karena itu jika bayi semakin rewel, sulit untuk buang air besar, muntah, atau bahkan demam, sebaiknya Anda langsung menghubungi dokter.
  • Anda tidak perlu panik jika bayi Anda rewel dan bagian perutnya terasa keras karena kembung. Cukup lakukan beberapa cara yang dapat mencegah munculnya perut kembung pada bayi. Namun jika bayi Anda sangat rewel dan sulit untuk ditenangkan, serta menunjukkan gejala lain, sebaiknya Anda konsultasikan hal ini kepada dokter.
  • Beri makan bayi Anda dengan posisi sedikit berbaring. Ini membantu mengurangi jumlah udara yang ditelannya.
  • Jangan terlalu banyak memberi makan si kecil. Hentikan menyusui jika dia menolak atau berpaling dari botol atau payudara.
  • Bersendawa selama dan setelah menyusui untuk menghindari penumpukan udara di perut bayi Anda.
  • Jika Anda mengkhawatirkan perut buncit bayi Anda, bawa dia ke dokter, terutama jika si kecil tidak akan berhenti menangis dan tampaknya lebih mudah marah daripada biasanya. Distensi kadang-kadang bisa menjadi tanda dari kondisi medis yang mendasarinya.
  • Ganti peralatan Anda. Jika bayi Anda mengeluarkan banyak gas dari pemberian susu botol, mungkin ada baiknya mencoba berbagai jenis kombinasi dot dan botol. Dot lembut, yang berkontur di sepanjang bibir dan mulut bayi, dapat membantu mencegah aliran udara berlebih yang tidak disengaja saat bayi Anda minum. Selanjutnya ASI harus dapat mengalir secara perlahan dan bertahap agar bayi memiliki cukup waktu untuk minum tanpa perlu menelannya secara berlebihan. Saat menyusui dengan botol, sebaiknya bayi membutuhkan waktu antara 20 menit hingga satu jam untuk menyelesaikan makannya. Jika mereka selesai dalam lima menit, mereka menelan terlalu cepat dan menelan udara berlebih. Dalam kasus seperti ini, aliran puting mungkin terlalu besar untuk usia mereka. Cobalah beralih ke puting susu dengan aliran yang lebih lambat.
  • Sesuaikan posisi makan. Saat memberi susu botol atau menyusui bayi Anda, sesuaikan posisi makannya untuk mencegah perut bayi kembung. Jaga agar kepalanya lebih tinggi dari perutnya. Posisi ini membantu ASI bergerak ke bagian bawah perut dan udara ke atas, yang membantu bayi bersendawa. Anda juga bisa menggunakan bantal menyusui untuk memberi penyangga dan sedikit menaikan botol menyusui agar tidak ada gelembung udara di dalam puting.
  • Sendawa bayi Anda. Salah satu cara terbaik untuk meredakan gas adalah dengan membuat bayi bersendawa saat mereka menyusui dan setelahnya. Alih-alih membuatnya bersendawa saat mereka makan, tunggulah sampai mereka istirahat atau memperlambat. Jika tidak, mereka mungkin marah, menangis, dan menelan lebih banyak udara dalam prosesnya. Gunakan posisi bersendawa yang paling nyaman bagi mereka. Pijat juga bisa membantu meredakan gas pada bayi Anda.

Bila gangguan cegukan berlangsung lebih dari 2 minggu menetap dan disertai tanda dan gejala hipersensitifitas saluran cerna lainnya, hipersensitifitas kulit dan hipersebsitifitas saluran napas, maka alergi makanan bisa dicurigai sebagai penyebab gangguan tersebut.

Kapan Harus Ke Dokter

Sebagian besar waktu, gangguan kembung dianggap normal meski seringkali mengganggu. Masalah saluran pencernaan yang lebih serius juga dapat menyebabkan kembung. Anda harus segera menghubungi dokter jika bayi Anda menunjukkan salah satu dari yang berikut:

  • Bayimuntah, tidak buang air besar, atau ada darah di kotorannya.
  • Bayi sangat rewel. Jika Anda tidak dapat menenangkan bayi Anda, dokter dapat memeriksa untuk mengesampingkan masalah.
  • Bayi mengalami suhu yang tinggi. Jika suhu rektal bayi Anda 100,4 F (38 ° C) atau lebih, pastikan dokter mengesampingkan infeksi. Jika bayi Anda berusia kurang dari tiga bulan dan mengalami demam, segera bawa ke dokter.
  • Sangat umum bagi bayi untuk menjadi gas, dan ada sejumlah alasan untuk itu.
  • Bayi menelan udara sambil menangis, mengisap dot, dan makan. Selain itu, sistem pencernaan bayi masih berkembang, yang terkadang menyebabkan timbulnya gas dan perut buncit. Bayi yang mengandung gas bisa bersendawa, bersendawa, mengeluarkan gas, dan memiliki perut buncit yang keras.
  • Anda dapat mengikuti tip-tip tertentu untuk membantu meredakan gas dan membuat bayi Anda merasa lebih baik. Dalam kasus yang jarang terjadi, gejala tertentu mungkin mengindikasikan masalah yang lebih serius. Jika bayi Anda mengalami kembung bersamaan dengan gejala lain yang lebih serius, periksakan ke dokter.
BACA  Manfaat Makanan Organik Bagi Bayi

Referensi

  • Hideaki Morita 1, Ichiro Nomura, Akio Matsuda, Hirohisa Saito, Kenji Matsumoto. Gastrointestinal food allergy in infants. Allergol Int. 2013 Sep;62(3):297-307. doi: 10.2332/allergolint.13-RA-0542.
  • Rosan Meyer Adriana Chebar Lozinsky David M. Fleischer Mario C. Vieira George Du Toit Yvan Vandenplas Christophe Dupont Rebecca Knibb Piınar Uysal Ozlem Cavkaytar. Diagnosis and management of Non‐IgE gastrointestinal allergies in breastfed infants—An EAACI Position Paper European Academy of Allergy and Clinical Immunology (EAACI), First published: 14 June 2019 https://doi.org/10.1111/all.13947
  • Sicherer SH: Clinical aspects of gastrointestinal food allergy in childhood. Pediatrics 111(6 Pt 3), 1609-1616 (2003).  Excellent review article focusing on the various gastrointestinal disorders of food allergy according to the child age.
  • Heine RG: Pathophysiology, diagnosis and treatment of food protein-induced gastrointestinal diseases. Curr. Opin. Allergy Clin. Immunol. 4(3), 221-229 (2004).
  • Sicherer SH: Food allergy. Lancet 360(9334), 701-710 (2002).Excellent review that provides a general scheme for the diagnosis of food allergy.
  • Almot PL, Kemeny DM, Zachary C, Parkes P, Lessof MH: Oral allergy syndrome (OAS): symptoms of Ig-E mediated hypersensitivity to food. Clin. Allergy 17(1), 33-42 (1987).
  • Sicherer SH, Sampson HA: Food allergy. J. Allergy Clin. Immunol. 117(2 Suppl.), S470-S475 (2006).
  • Assa’ad AH: Gastrointestinal food allergy and intolerance. Pediatr. Ann. 35(10), 718-726 (2006).

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)