KLINIK DR WIDODO JUDARWANTO pediatrician

Gejala Disleksia dan Penanganannya

Gejala Disleksia dan Penanganannya

Ternyata, satu dari sepuluh orang didiagnosa memiliki kecenderungan Disleksi. Berasal dari kata Yunani, disleksia berarti ‘kesulitan dengan kata-kata’. Artinya, penderita ini memiliki kesulitan untuk mengenali huruf atau kata. Hal itu terjadi karena kelemahan otak dalam memproses informasi. Akibatnya, anak yang menderita disleksia susah untuk membaca, mengeja, menulis, hingga tak bisa mengerti masalah matematika. Ini menyebabkan sang anak merasa malu dan tak percaya diri untuk hadir di antara teman-teman di kelasnya.

Disleksia adalah kesulitan belajar umum yang dapat menyebabkan masalah dengan membaca, menulis, dan mengeja. Gangguan ini adalah kesulitan belajar yang spesifik, yang berarti menyebabkan masalah dengan kemampuan tertentu yang digunakan untuk belajar, seperti membaca dan menulis. Tidak seperti ketidakmampuan belajar, kecerdasan tidak terpengaruh. Diperkirakan hingga 1 dari setiap 10 orang di Inggris memiliki beberapa tingkat disleksia.

Disleksia adalah masalah seumur hidup yang dapat menghadirkan tantangan setiap hari, tetapi dukungan tersedia untuk meningkatkan keterampilan membaca dan menulis dan membantu mereka yang memiliki masalah agar berhasil di sekolah dan di tempat kerja.

Disleksia adalah sebuah kondisi ketidakmampuan belajar pada seseorang yang disebabkan oleh kesulitan pada orang tersebut dalam melakukan aktifitas membaca dan menulis. Perkataan disleksia berasal dari bahasa Yunani δυς- dys- (”kesulitan untuk”) dan λέξις lexis (”huruf” atau “leksikal”). Pada umumnya keterbatasan ini hanya ditujukan pada kesulitan seseorang dalam membaca dan menulis, akan tetapi tidak terbatas dalam perkembangan kemampuan standar yang lain seperti kecerdasan, kemampuan menganalisa dan juga daya sensorik pada indera perasa.

Terminologi disleksia juga digunakan untuk merujuk kepada kehilangan kemampuan membaca pada seseorang dikarenakan akibat kerusakan pada otak. Disleksia pada tipe ini sering disebut sebagai “Alexia”. Selain mempengaruhi kemampuan membaca dan menulis, disleksia juga ditenggarai juga mempengaruhi kemampuan berbicara pada beberapa pengidapnya. Disleksia tidak hanya terbatas pada ketidakmampuan seseorang untuk menyusun atau membaca kalimat dalam urutan terbalik tetapi juga dalam berbagai macam urutan, termasuk dari atas ke bawah. Para peneliti menemukan disfungsi ini disebabkan oleh kondisi dari biokimia otak yang tidak stabil dan juga dalam beberapa hal akibat bawaan keturunan dari orang tua.

Pada umumnya keterbatasan ini hanya ditujukan pada kesulitan seseorang dalam membaca dan menulis, akan tetapi tidak terbatas dalam perkembangan kemampuan standar yang lain seperti kecerdasan, kemampuan menganalisa dan juga daya sensorik pada indera perasa.Gambar pada tulisan ini merupakan contoh seorang yang menderita Disleksia ketika menirukan suatu tulisan “The owl was a bird” menjadi “Teh owl saw a brid.” Terminologi disleksia juga digunakan untuk merujuk kepada kehilangan kemampuan membaca pada seseorang dikarenakan akibat kerusakan pada otak. Disleksia pada tipe ini sering disebut sebagai “Alexia”. Selain mempengaruhi kemampuan membaca dan menulis, disleksia juga ditenggarai juga mempengaruhi kemampuan berbicara pada beberapa pengidapnya.Disleksia tidak hanya terbatas pada ketidakmampuan seseorang untuk menyusun atau membaca kalimat dalam urutan terbalik tetapi juga dalam berbagai macam urutan, termasuk dari atas ke bawah. Para peneliti menemukan disfungsi ini disebabkan oleh kondisi dari biokimia otak yang tidak stabil dan juga dalam beberapa hal akibat bawaan keturunan dari orang tua.

Peluang disleksia untuk dijumpai pada anak laki-laki dan perempuan sama besarnya. Disleksia merupakan kelainan yang bisa diturunkan ke generasi berikutnya.  Bila orang tua disleksia, anaknya berpeluang untuk mengalaminya sekitar 50 persen.

TANDA DAN GEJALA

Tanda-tanda disleksia biasanya menjadi jelas ketika seorang anak mulai sekolah dan mulai lebih fokus pada belajar cara membaca dan menulis.

Seseorang dengan disleksia dapat:

  • baca dan tulis dengan sangat lambat
  • membingungkan urutan huruf dalam kata-kata
  • letakkan huruf dengan cara yang salah (seperti menulis “b” bukan “d”)
  • memiliki ejaan yang buruk atau tidak konsisten
  • memahami informasi ketika diberitahu secara lisan, tetapi mengalami
  • kesulitan dengan informasi yang ditulis
  • sulit untuk melakukan urutan arah
  • berjuang dengan perencanaan dan organisasi
  • Tetapi orang-orang dengan disleksia sering memiliki keterampilan yang baik di bidang lain, seperti pemikiran kreatif dan pemecahan masalah.

DETEKSI DINI

Diagnosa disleksia biasanya dilakukan pada usia 7-8 tahun. Namun, sebenarnya bila cermat gejala disleksia bisa dikenali sejak usia 3-4 tahun.

Tanda-tanda disleksia pada usia pra sekolah antara lain:

  • keterlambatan perkembangan bicara dibandingkan dengan anak-anak lain pada usia yang sama (walaupun ini dapat memiliki banyak penyebab berbeda)
  • masalah bicara, seperti tidak bisa mengucapkan kata-kata panjang dengan benar dan “mengguncang” frasa (misalnya, mengatakan “hecilopter” untuk kata “helikopter”,  “beddy tear” untuk o”teddy bear”)
  • masalah mengekspresikan diri mereka menggunakan bahasa lisan, seperti tidak dapat mengingat kata yang tepat untuk digunakan, atau menyatukan kalimat secara salah
  • sedikit pemahaman atau apresiasi kata-kata berirama, seperti “kucing duduk di atas tikar”, atau sajak anak-anak
  • kesulitan dengan, atau sedikit minat, mempelajari huruf-huruf alfabet
  • Suka mencampur adukkan kata-kata dan frasa
  • Kesulitan mempelajari rima (pengulangan bunyi) dan ritme (irama)
  • Sulit mengingat nama atau sebuah obyek
  • Perkembangan kemampuan berbahasa yang terlambat
  • Senang dibacakan buku, tapi tak tertarik pada huruf atau kata-kata
  • Sulit untuk berpakaian

Adapun tanda-tanda disleksia di usia sekolah dasar:

  • kesulitan mempelajari nama dan bunyi huruf
  • pengejaan yang tidak dapat diprediksi dan tidak konsisten
  • menempatkan huruf dan angka dengan cara yang salah (seperti menulis “6” bukan “9”, atau “b” bukannya “d”)
  • membingungkan urutan huruf dalam kata-kata
  • membaca dengan lambat atau membuat kesalahan saat membaca dengan keras
  • gangguan visual saat membaca (misalnya, seorang anak dapat menggambarkan huruf dan kata-kata seolah bergerak di sekitar atau tampak buram)
  • menjawab pertanyaan dengan baik secara lisan, tetapi mengalami
  • kesulitan menuliskan jawabannya
  • kesulitan melakukan urutan arah
  • berjuang untuk mempelajari urutan, seperti hari dalam seminggu atau alfabet
  • kecepatan menulis lambat
  • tulisan tangan yang buruk
  • masalah menyalin bahasa tertulis dan membutuhkan waktu lebih lama dari biasanya untuk menyelesaikan pekerjaan tertulis
  • kesadaran fonologis yang buruk dan keterampilan serangan kata
  • Sulit membaca dan mengeja
  • Sering tertukar huruf dan angka
  • Sulit mengingat alfabet atau mempelajari tabel
  • Sulit mengerti tulisan yang ia baca
  • Lambat dalam menulis
  • Sulit konsentrasi
  • Susah membedakan kanan dan kiri, atau urutan hari dalam sepekan
  • Percaya diri yang rendah
  • Masih tetap kesulitan dalam berpakaian

Kemampuan fonologis

  • Kemampuan fonologis adalah kemampuan untuk mengenali bahwa kata-kata terdiri dari unit suara yang lebih kecil (fonem) dan bahwa mengubah dan memanipulasi fonem dapat menciptakan kata dan makna baru.
  • Seorang anak dengan kesadaran fonologis yang buruk mungkin tidak dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan ini dengan benar:
  • Menurut Anda, bunyi apa yang membentuk kata “hot”, dan apakah ini berbeda dari bunyi yang membentuk kata “hat”?
  • Kata apa yang akan Anda miliki jika Anda mengubah suara “p” di “pot” menjadi suara “h”?
  • Berapa banyak kata yang dapat Anda pikirkan tentang sajak itu dengan kata “kucing”?

Keterampilan kata

  • Anak kecil dengan disleksia juga dapat mengalami masalah dengan keterampilan serangan kata.
  • Ini adalah kemampuan untuk memahami kata-kata yang tidak dikenal dengan mencari kata-kata yang lebih kecil atau kumpulan surat yang telah dipelajari anak sebelumnya.
  • Misalnya, seorang anak dengan keterampilan kata yang baik dapat membaca kata “sun bathing” untuk pertama kalinya dan mendapatkan arti makna kata itu dengan memecahnya menjadi “suni”, “bath”, dan “ing”.

Remaja dan orang dewasa
Seperti halnya masalah yang disebutkan di atas, gejala disleksia pada anak yang lebih tua dan orang dewasa dapat meliputi:

  • pekerjaan tertulis yang tidak terorganisir dengan baik dan kurang
  • berekspresi (misalnya, meskipun mereka mungkin sangat berpengetahuan
  • tentang subjek tertentu, mereka mungkin memiliki masalah dalam
  • mengekspresikan pengetahuan itu secara tertulis)
  • kesulitan merencanakan dan menulis esai, surat atau laporan
  • kesulitan merevisi ujian
  • berusaha menghindari membaca dan menulis kapan pun memungkinkan
    kesulitan mencatat atau menyalin
  • ejaan yang buruk
  • berjuang untuk mengingat hal-hal seperti PIN atau nomor telepon
  • berjuang untuk memenuhi tenggat waktu

Bila seorang anak didiagnosa disleksia, ia harus mendapat dukungan ekstra di sekolahnya dari seorang guru spesialis. Biasanya ini bisa dilakukan dengan bantuan intens dalam pelajaran membaca dan menulis.

Tapi disleksia tak harus menghentikan anak-anak untuk terus belajar. Ia tak akan menimbulkan efek pada intelijensinya, karena otak mereka bekerja dengan cara yang berbeda.

Bahkan beberapa penderita disleksia memiliki kreativitas yang tinggi, kemampuan berbicara yang baik, pemikir inovatif atau pencari solusi yang intuitif.

PENANGANAN

Intervensi pendidikan
Sejumlah intervensi dan program pendidikan tersedia untuk anak-anak dengan disleksia.

Ini dapat berkisar dari pengajaran reguler dalam kelompok-kelompok kecil dengan asisten pendukung belajar yang memberikan pekerjaan yang ditetapkan oleh staf pengajar, hingga pelajaran 1-ke-1 dengan guru spesialis.

Sebagian besar intervensi berfokus pada keterampilan fonologis, yang merupakan kemampuan untuk mengidentifikasi dan memproses suara kata. Intervensi ini sering disebut sebagai phonics.

Intervensi fonics dapat melibatkan mengajar anak untuk:

  • mengenali dan mengidentifikasi suara dalam kata-kata yang diucapkan (misalnya, membantu mereka mengenali bahwa bahkan kata-kata pendek seperti “topi” sebenarnya terdiri dari 3 suara: “h”, “a” dan “t”)
  • menggabungkan huruf untuk membuat kata, dan seiring waktu, gunakan kata-kata untuk membuat kalimat yang lebih kompleks
  • berlatih membaca kata-kata secara akurat untuk membantu mereka membaca lebih cepat
  • memantau pemahaman mereka sendiri saat mereka membaca (misalnya, dengan mendorong mereka untuk bertanya jika mereka melihat kesenjangan dalam pemahaman mereka)

Intervensi ini idealnya harus disampaikan dengan cara yang sangat terstruktur dengan pengembangan dalam langkah-langkah kecil, dan harus melibatkan secara teratur mempraktekkan apa yang telah dipelajari.

Ini juga dapat membantu jika anak Anda diajar dalam berbagai cara, di mana mereka menggunakan beberapa indera pada saat yang bersamaan.

Contoh pengajaran multisensor adalah di mana seorang anak diajarkan untuk melihat huruf “a”, menyebutkan nama dan suaranya dan menulisnya di udara, semuanya pada saat yang bersamaan.

Penanganan yang dapat dilakukan orang tua di rumah adalah:

  • Bacakan untuk anak Anda Upaya ini akan meningkatkan keterampilan kosa kata dan menyimak mereka, dan juga akan mendorong minat mereka pada buku.
  • Bagikan bacaan Keduanya membaca beberapa buku dan kemudian mendiskusikan apa yang terjadi, atau apa yang mungkin terjadi.
  • Belajar berlebihan Anda mungkin bosan membaca buku favorit anak Anda berulang kali, tetapi pengulangan akan memperkuat pemahaman mereka dan berarti mereka akan terbiasa dengan teks.
  • Membaca diam Anak-anak juga perlu kesempatan untuk membaca sendiri untuk mendorong kemandirian dan kelancaran mereka.
  • Jadikan membaca menyenangkan Membaca harus menyenangkan, bukan tugas. Gunakan buku-buku tentang mata pelajaran yang diminati anak Anda, dan pastikan membaca dilakukan di lingkungan yang santai dan nyaman.
  • Orang tua juga memainkan peran penting dalam meningkatkan kepercayaan diri anak mereka, jadi penting untuk mendorong dan mendukung anak Anda saat mereka belajar.
  • Usahakan agar benar-benar aktif dalam mendampinginya dari waktu ke waktu. Penderita disleksia setiap saat akan menemukan kesulitan-kesulitan. Dan bila kita biarkan mereka mencari jawabannya sendiri,maka ketika menemukan kegagalan demi kegagalan,si penderita justru akan menjadi semakin bodoh. Keadaan tersebut akan memperburuk penyimpangannya.
  • Memberikan dorongan sedemikian rupa untuk mengembalikan kepercayaan dirinya. Penderita disleksia akan cenderung  menghabiskan waktunya untuk mencari cara dalam usahanya untuk menguasai sejumlah materi pelajaran seperti,membaca,menulis dan hitungan-hitungan. Perjuangan ini hanya akan tetap bertahan apabila kepercayaan dirinya terus terjaga
  • Buatlah semenarik mungkin ketika mengajarinya membaca. Hampir semua anak penderita disleksia tidak suka pelajaran membaca,karena membaca adalah pekerjaan yang paling berat bagi dirinya. Carilah isi bacaan yang disukai oleh subjek,sehingga hal tersebut akan menjadi menarik bagi subjek untuk terus mambacanya walaupun sulit.
  • Berikan model peran ,seperti orang-orang sukses yang disleksia.Model peran  sangat penting mereka untuk meningkatkan semangatnya, dan tidak selalu harus Albert Einstein, karena mungkin itu terlalu kuno. Ambilah misalnya Orlando Bloom,Jackie Chan,Mc Dreamy,Patrick Dempsey (ini adalah tokoh-tokoh pria sukses yang disleksia). Untuk wanita bisa diberikan tokoh: Selma Hayek,Jewel,Whoopi Goldberg yang tentu akan membangkitkan semangat dan harapan kesembuhan pada dirinya.
  • Bantu mereka dengan teknologi  yang membantu. Memberikan komputer saja untuk anak-anak disleksia  tidak akan sangat membantu. Berikan mereka software seperti Dragon Naturally Speaking atau Kurzweil 3000 . Biarkan mereka belajar sampai ia benar-benar menguasainya .
  • Gunakan Metode Pendekatan Multi-Sensori. Wilson Reading System. Orton-Gillingham, dan Slingerland Approach merupakan pendekatan pengajaran Multi-sensori. Mengajar mereka dengan pendekatan multi-sensori akan sangat membantu proses recoverynya.Ke enam cara ini bisa anda gunakan untuk bisa membantu mereka.

Bila si kecil mengalami kesulitan membaca secara teknis, seperti sering terbolak-balik membaca kata atau bingung dengan huruf yang bentuknya mirip, Anda bisa membantunya dengan cara :

  • Mulailah melatihnya dengan mengenalkan huruf, suku kata, lalu berlanjut dengan kata yang terdiri dari dua suku kata, dan seterusnya. Anda juga bisa membuatkan huruf dari lilin warna-warni agar ia lebih bersemangat untuk belajar.
  • Lakukan metode dikte. Cobalah Anda mendiktekan suatu kata atau kalimat kepadanya dan biarkan ia menuliskannya. Atau lakukan sebaliknya, biarkan si kecil mendikte dan Anda yang menulis. Lalu minta ia membacakannya kembali.
  • Ajak si kecil untuk membaca suatu wacana yang sumbernya bisa dari buku bacaan atau buku cerita bergambar. Kemudian lakukan tanya-jawab mengenai wacana tersebut.
  • Berikan tugas yang melatih rangsang visualnya.

Latihan Khusus Yang Bisa diberikan

Ajarkan Si Kecil Menulis

  • Sebagian anak yang menderita disleksia memiliki tulisan yang kurang bagus. Ini disebabkan kontrol motoriknya yang tidak berfungsi dengan baik. Langkah yang bisa dilakukan antara lain:
  • Berikan Ia sebuah buku bergambar dengan pola titik-titik. Ajarkan Ia untuk menghubungkan titik-titik tersebut hingga menjadi sebuah gambar. Ini berfungsi untuk melatih kemampuan motorik halusnya.
  • Latihlah terus si kecil untuk menulis halus, berupa pola ataupun kalimat. Berikan pensil yang tebal (misalnya pensil 2B) bila tekanan menulis si anak terlalu lemah dan pensil yang tipis (pensil H) pada anak yang tekanan pada kertasnya terlalu kuat.

Ajak Si Kecil Bermain angka dan Melatih Ingatan Untuk membantunya mengingat urutan hari dalam satu minggu, bulan dalam satu tahun ataupun sejumlah deretan angka, Anda bisa membantunya dengan cara berikut :

  • Jangan pernah lupa untuk mengingatkan ia setiap hari tentang tanggal ataupun hari saat ini.
  • Lakukan permainan yang melatih kemampuannya dalam mengurutkan, seperti permainan menyusun angka, kalimat dan sebagainya.
  • Di waktu luang, mintalah ia menceritakan kembali secara berurutan suatu kejadian yang Ia alami dalam satu hari atau sebuah film pendek yang baru saja ditontonnya.
  • Bila si kecil sulit memahami matematika, seperti salah menempatkan angka dan sulit menghitung mundur atau memahami simbol. Gunakan kertas berpetak untuk melakukan penjumlahan atau pengurangan. Ganti lambang-lambang yang sulit dimengerti dengan istilah yang mudah dipahami.

Ajak Si kecil Untuk Memahami orientasi

Kesulitan lain yang dialami anak disleksia adalah sering kali ragu memahami orientasi ruang seperti kanan-kiri, depan-belakang, ataupun atas-bawah. Tak jarang pula dari mereka yang tidak mengerti waktu dan tempat di mana mereka berada. Untuk meningkatkan kemampuan orientasinya, langkah berikut bisa Anda terapkan:

  • Ajak si kecil untuk mengikuti permainan baris-berbaris atau permainan “Pegang telinga kiri dengan tangan kananmu!”. Ini berfungsi untuk melatih kemampuan orientasinya
  • Jika si kecil benar-benar sulit membedakan mana tangan kanan dan kiri, berilah tanda seperti gelang pada salah satu tangannya.
  • Bacakan buku dan bantu mereka saat hendak membaca buku sendiri
  • Untuk usia pra sekolah, ajarkan rima, bermain game kata-kata dan puzzle juga akan membantu.
  • Ajarkan dan latih bersama bagaimana mengenakan pakaian
  • Jangan memfokuskan pada kelemahannya, dukung kegiatan yang disenangi
  • Bantu untuk mengerjakan PR
  • Tingkatkan kepercayaan diri mereka

Tokoh-tokoh terkenal yang diketahui mempunyai disfungsi dyslexia adalah Albert Einstein, Tom Cruise, Orlando Bloom, Whoopi Goldberg, dan Vanessa Amorosi,Orlando Bloom, Cher, Steve Jobs, Walt Disney, Erin Brockovitch , Thomas Edison, Tracey Gold, General George Patton, Salma Hayek, Nelson Rockefeller, Jewel, Pablo Picasso, Keira Knightley,  Hans Christian Anderson, Leonardo da Vinci,  John Lennon, Alexander Graham Bell, Thomas Jefferson, John F. Kennedy, George Washington, Mohammad Ali, Steven Spielberg

Teknologi untuk anak yang lebih tua

  • Banyak anak yang lebih tua dengan disleksia merasa lebih nyaman bekerja dengan komputer daripada buku latihan.
  • Ini mungkin karena komputer menggunakan lingkungan visual yang lebih sesuai dengan metode belajar dan bekerja.
  • Program pengolah kata juga dapat berguna karena mereka memiliki pemeriksa ejaan dan fasilitas koreksi otomatis yang dapat menyoroti kesalahan dalam tulisan anak Anda.
  • Sebagian besar browser web dan perangkat lunak pengolah kata juga memiliki fungsi text-to-speech, di mana komputer membaca teks seperti yang muncul di layar.
  • Perangkat lunak pengenalan ucapan juga dapat digunakan untuk menerjemahkan apa yang dikatakan seseorang ke dalam teks tertulis.
  • Perangkat lunak ini dapat bermanfaat bagi anak-anak dengan disleksia karena keterampilan verbal mereka seringkali lebih baik daripada tulisan mereka.
  • Ada juga banyak aplikasi perangkat lunak interaktif pendidikan yang dapat memberikan anak Anda cara belajar yang lebih menarik, daripada sekadar membaca dari buku teks.

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)