KLINIK DR WIDODO JUDARWANTO pediatrician

Warna Urine Pada Bayi Normal atau Tidak ?

Spread the love

Warna urin tergantung pada keadaan hidrasi pasien, makanan yang dimakan, pewarna yang ditambahkan ke makanan, keadaan penyakit, dan obat-obatan. Orang tua sering akan memanggil dokter anak untuk bertanya tentang perubahan warna urin anak. Beberapa penyebab umum perubahan warna urin akan dibahas. Evaluasi pasien dengan perubahan warna urin akan dimulai dengan riwayat diet, obat-obatan, keadaan kesehatan secara umum, setiap muntah atau diare, dan pemeriksaan fisik.

WARNA URINE PADA BAYI

  • Urine merah muda, merah atau cokelat tua dapat disebabkan kelainan darah (seperti anemia hemolitik); jejas pada ginjal atau saluran kemih; makanan seperti buah beri, buah bit, atau obat seperti rifampicin, desferioksamin, fenoftalein; kelainan metabolik seperti porfiria, kelainan ginjal, dan saluran kemih seperti infeksi saluran kemih, tumor, dan tuberkulosis.
  • Keadaan yang masih dapat dianggap normal dan sering dijumpai orangtua adalah merah muda pada urine oleh karena kristal urat, yang disertai dengan gambaran kristal halus/powder yang dapat digores dari popok.
  • Urine berwarna putih kental memiliki kemungkinan diagnosis yang luas dan membutuhkan penyelidikan lebih mendalam. Endapan dari mineral dalam urine seperti hiperkalsiuria, fosfaturia, atau hiperoksaluria dapat ditemukan setelah setelah analisis urine. Konsultasi dengan ahli ginjal anak dianjurkan pada keadaan ini karena mungkin diperlukan perubahan asupan pola makan dan pengobatan infeksi saluran kemih. Infeksi saluran kemih yang berat adalah salah satu kemungkinan penyebab urine berwarna putih, dapat pula merupaka bagian dari infeksi tuberkulosis. Perubahan warna urine menjadi hijau atau kebiruan juga menjadi salah satu tanda adanya infeksi saluran kemih atau pemakaian obat-obatan.
  • Merah. Pemeriksaan hematuria-mikroskopik urin akan menunjukkan adanya sel darah merah.
    1. Myoglobinuria – akan ada warna merah kecoklatan. Sering dikaitkan dengan kerusakan otot iskemik, cedera remuk, dan setelah olahraga berat.
    2. Hemoglobinuria – dengan hemolisis intravaskular
    3. “Sindrom popok merah muda” – ada perubahan warna merah muda pada popok sekunder akibat kristal urat dalam urin. Ini adalah kondisi yang tidak berbahaya.
    4. Makanan
      • Beri
      • Bit
      • Pewarna makanan
    5. Obat
      • Dilantin
      • Fenotiazin
      • Adriamycin
      • Penggunaan Deferoxamine akan menyebabkan urin berwarna vin rose jika serum Fe meningkat.
    6. Adanya Serratia marcescens dalam urin. Ini adalah non-patogen
  • Warna Oranye atau merah muda
    • Pyridium
    • Rifampin
    • Kristal urat
  • Warna hijau
    • Pewarna makanan
    • Peningkatan karoten dalam makanan
    • Infeksi Pseudomonas aeruginosa
  • Coklat atau hitam
    • Hemoglobin
    • Bilirubin
    • Flagyl
    • Nitrofuran
    • Alkaptonuria- saat berdiri, urin akan berubah warna menjadi gelap.
  • Kuning
    • Pigmen empedu
  • Biru
    • Metilen biru
    • Gangguan penyerapan triptofan dapat menyebabkan produksi indigotin, produk oksidatif
  • Milky putih seperti susu atau Warna Berawan
    • Sel-sel nanah dan bakteri dalam urin
    • Setelah duduk, urin dapat membentuk kristal yang membuat urin tampak keruh
  • Analisis urine secara makroskopis dan mikroskopis perlu dilakukan untuk membedakan adakah kelainan dalam urine, misalnya keberadaan sel darah merah lebih dari 5 per milliliter urine menunjukkan hematuria.  Adanya hematuria hanya terlihat secara mikroskopis dan tanpa ada gejala perubahan warna urine yang nyata, tetapi disertai riwayat tuli di dalam keluarga atau riwayat gagal ginjal di dalam keluarga, juga perlu diwaspadai sebagai abnormal.
BACA  Alergi Kulit Pada bayi dan Gangguan Lain Yang Menyertai

Warna urine bayi dan anak penting diperhatikan karena dapat menjadi tanda penyakit. Berikut ini, beberapa hal yang dapat dijadikan pedoman orangtua tentang perubahan warna urine agar segera berkonsultasi ke dokter.

  • Perubahan warna urine yang tidak dapat dijelaskan sebabnya dan tidak kembali menjadi normal seperti biasa.
  • Adanya darah di urine walaupun hanya terlihat sekali.
  • Urine berwarna cokelat tua disertai feses pucat dan warna kuning pada kulit dan mata.
  • Urine merah, merah muda, atau cokelat tua yang tidak disebabkan perubahan makanan atau pemakaian obat-obatan.

Perhatikan

  • Apakah ada riwayat meminum obat-obatan tertentu? Apakah disertai gejala lain misal bayi mengedan setiap buang air dan disertai demam atau gejala kuning pada kulit dan mata bayi?
  • Apabila orangtua menjumpai warna urine yang tak lazim, perlu diperhatikan beberapa hal. Misalnya, kapan mulai terjadi? Apakah berlangsung tiba-tiba? Apakah warna urine sama sepanjang hari? Apakah urine berbau tidak sedap? Apakah bayi buang air kecil lebih sedikit dari biasanya?

Sumber : 

  • The Internet Journal of Tropical Medicine 2008, Vol. 6, No.1

 




.


.

 

Материалы по теме:

Mata belekan, Obstruksi Duktus lakrimalis dan Alergi Pada Bayi
Orangtua sering mengeluhkan gangguan mata bayinya yang tak kunjung sembuh berupa mata belekan dan air mata berlebihan yang lebih sering pada satu sisi. Bayi ...
PENGARUH DIET IBU BAGI BAYI DENGAN RIWAYAT ALERGI
PENGARUH DIET IBU BAGI BAYI DENGAN RIWAYAT ALERGI CASE PREVIEW Seorang ibu cemas karena Sandika, putra pertama berumur 1 bulan sering rewel, muntah, sering ngeden, ...
Rekomendasi Jadwal Jumlah dan Jenis Makanan Pemberian Makanan Tambahan Pada Bayi 6 – 12 bulan
https://youtu.be/nlZkHr48RYA Gizi bayi yang baik berarti memastikan bayi mendapat yang cukup nutrisi selama tahun pertamanya. Gizi adalah terdiri dari kalori, protein, lemak, vitamin, dan mineral. ...
Perkembangan Kemampuan Makan Pada Bayi
Usia 0 – 6 bulan
BACA  Muntah, GER dan Alergi Makanan Pada Bayi dan Anak
BAYI ANDA SUDAH BISA menyusu! Bayi Anda dibekali refleks rooting –ia akan mengikuti arah jari bila Anda meletakkan jari ...
Kontroversi dan Persepsi Berbeda Dalam Mengamati Gejala Alergi pada Bayi dan Anak
SERING DIANGGAP BIASA Tanda dan gejala yang dikaitkan dengan alergi pada bayi dan anak tersebut, seringkali memang dialami oleh banyak anak (sekitar 30% lebih). Karena ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)