KLINIK DR WIDODO JUDARWANTO pediatrician

Anak Ngorok atau Mendengkur, OSAS ?

 

Anak yang terdengar mendengkur saat tidur atau jika dengkurannya terlalu keras, maka bisa jadi itu adalah gejala masalah kesehatan yang lebih serius, salah satunya serimg disebut Obstructive Sleep Apnea Syndrome (OSAS). OSAS merupakan suatu sindrom klinis atau kumpulan gejala akibat adanya sumbatan parsial atau sumbatan komplet pada saluran napas bagian atas yang menyebabkan henti napas bagian atas atau berkurangnya aliran napas saat tidur. Jumlah episode henti napas atau berkurangnya aliran napas selama tidur satu jam dinyatakan dalam Apnea/ Hipopnea Index (AHI). Anak yang AHI-nya > 5 dinyatakan OSAS.

Obstructive Sleep Apnea Syndrome (OSAS) adalah suatu sindrom obstruksi total atau parsial jalan nafas yang menyebabkan gangguan fisiologis yang bermakna dengan dampak klinis yang bervariasi. Prevalensi OSAS adalah 0,7 – 10,3%. Beberapa keadaan dapat merupakan faktor risiko OSAS seperti hipertofi adenoid dan atau tonsil, obesitas, disproporsi sefalometri, kelainan daerah hidung. OSAS pada anak berbeda dengan dewasa baik faktor risiko maupun tata laksananya. Manifestasi klinis OSAS pada anak adalah kesulitan bernafas pada saat tidur, mendengkur, hiperaktif, mengantuk pada siang hari, dan kadang-kadang enuresis. Diagnosis OSAS secara definitif menggunakan polisomnografi yaitu adanya indeks apnea atau hipopnea lebih dari 5. Sebagai alternatif diagnosis adalah menggunakan kuesioner Brouillette dkk, observasi dengan video, atau menggunakan pulse oksimetri.

Berdasarkan kekerapannya, mendengkur pada anak dapat dikategorikan menjadi dua kelompok, yaitu occasional snoring (mendengkur sesekali saja atau frekuensi mendengkur < 3 kali per minggu) dan habitual snoring (sering mendengkur atau mendengkur ‰¥ 3 kali seminggu). Apabila sudah termasuk ke dalam habitual snoring, selanjutnya anak dapat mengalami obstructive sleep apnea syndrome (OSAS).

Penyebab

  • Pada orang dewasa, kegemukan/ obesitas merupakan faktor risiko utama OSAS, sedangkan pada anak faktor risiko utamanya adalah pembesaran kelenjar tonsil/ amandel dan adenoid.
  • Penderita alergi. Penyakit yang berhubungan dengan alergi, seperti rhinitis alergi, asma, dan sinusitis juga dilaporkan berkorelasi dengan OSAS pada anak.
  • Angka kejadian OSAS pada remaja yang mengalami obesitas cukup tinggi. Supriyatno dkk di Jakarta mendapatkan angka kejadian OSAS pada anak usia 10-12 tahun dengan obesitas sebesar 38,2%.
BACA  Patofisiologi dan Penyebab Sindrom Henoch Schonlein 

Penanganan

Tata laksana OSAS pada anak adalah pengangkatan adenoid (adenoidektomi dan/atau tonsilektomi). Angka keberhasilannya cukup tinggi yaitu sekitar 75%. Selain itu diet untuk penurunan berat badan pada obesitas, serta pengunaan CPAP (continuous positive airway pressure). Komplikasi yang dapat terjadi adalah gangguan tingkah laku, kelainan kardiovaskular, dan gagal tumbuh.

OSAS adalah suatu sindrom obstruksi total atau sebagian jalan napas yang menyebabkan gangguan fisiologis yang bermakna dengan dampak klinis yang bervariasi. Penelitian terkini yang dipublikasikan dalam The Journal of Laryngology & Otology menunjukkan bahwa ketika anak mendengkur saat tidur, orang tua justru tak menganggapnya sebagai masalah dan enggan memeriksakan kondisi anaknya ke dokter.  Anak-anak yang selalu mendengkur biasanya mengalami penurunan kualitas hidup. Secara khusus, ini berlaku untuk anak-anak yang memiliki sleep apnea. Studi menunjukkan bahwa kebanyakan orang tua tidak mencari tahu penyebab dengkuran pada anak, padahal ini penting untuk diketahui. Penelitian sebelumnya di tahun 2012 menyebutkan bahwa masalah terkait tidur banyak terjadi pada anak-anak dan remaja, namun diagnosis seperti OSAS dan gangguan tidur lainnya masih sering tidak terdiagnosis dan terobati.

Padahal selain berkurangnya waktu tidur, apnea pada anak-anak juga memiliki keterkaitan dengan masalah kesehatan lain seperti sulit bernapas dan masalah perilaku. Tak sedikit anak yang kemudian trauma dan stres. Pada akhirnya, kondisi ini akan memengaruhi kehidupan sosial anak.

Sebagian besar kasus OSAS sebenarnya bisa diobati. gangguan yang paling umum adalah terjadi hipersensitif hidung paling sering dialami oleh penderita alergi. Penderita alergi sering mengalami daya tahun tubub yang tidak bagus sehingga mudah tertular sakit. Saat sering sakit biasanya dampak yang sering timbul terjadi pembesaran tonsil (amandel). Pembesaran tonsil itu juga menambah konteibuai memperberat ganguan OSAS. Faktor resiko lainnya adalah kasus obesitas sering memperburuk sleep apnea, atau dengan obat-obatan..

BACA  Alergi Hidung - Rinitis Alergika: Penyebab dan Penanganannya

Sumber: medical daily dan berbagai sumber lainnya

https://youtu.be/Ld0-7VTLXW4 https://youtu.be/4bj1G8R2yQI https://youtu.be/IJJLv5hGjRA https://youtu.be/X0nTs0kyj_o https://youtu.be/Mx_GY48_G_k https://youtu.be/uNaQeBVGQDY https://youtu.be/ImKsgnhoUPY https://youtu.be/p80YWvagwEo

. .

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)

× Konsultasi Kesehatan Whatsapp, Klik Di sini