Angka Kejadian Autis di Indonesia dan Dunia Terkini

Spread the love

Angka Kejadian Autis di Indonesia dan Dunia Terkini

Autis adalah kelainan perkembangan sistem saraf pada seseorang yang kebanyakan diakibatkan oleh faktor hereditas dan kadang-kadang telah dapat dideteksi sejak bayi berusia 6 bulan. Deteksi dan terapi sedini mungkin akan menjadikan si penderita lebih dapat menyesuaikan dirinya dengan yang normal. Kadang-kadang terapi harus dilakukan seumur hidup, walaupun demikian penderita Autis yang cukup cerdas, setelah mendapat terapi Autisme sedini mungkin, seringkali dapat mengikuti Sekolah Umum, menjadi Sarjana dan dapat bekerja memenuhi standar yang dibutuhkan, tetapi pemahaman dari rekan selama bersekolah dan rekan sekerja seringkali dibutuhkan, misalnya tidak menyahut atau tidak memandang mata si pembicara, ketika diajak berbicara. Karakteristik yang menonjol pada seseorang yang mengidap kelainan ini adalah kesulitan membina hubungan sosial, berkomunikasi secara normal maupun memahami emosi serta perasaan orang lain. Autisme merupakan salah satu gangguan perkembangan yang merupakan bagian dari Kelainan Spektrum Autisme atau Autism Spectrum Disorders (ASD) dan juga merupakan salah satu dari lima jenis gangguan dibawah payung Gangguan Perkembangan Pervasif atau Pervasive Development Disorder (PDD). Autisme bukanlah penyakit kejiwaan karena ia merupakan suatu gangguan yang terjadi pada otak sehingga menyebabkan otak tersebut tidak dapat berfungsi selayaknya otak normal dan hal ini termanifestasi pada perilaku penyandang autis. Auti adalah yang terberat di antara PDD.

Dilaporkan bahwa tingkat gangguan spektrum autis telah meningkat di banyak negara selama 2 dekade terakhir.  Masih belum jelas berapa banyak dari data yang menunjukkan peningkatan yang sebenarnya dan berapa banyak mencerminkan perubahan dalam definisi dan praktek diagnostik, serta meningkatkan kesadaran masyarakat umum dan dalam profesi medis.  Studi epidemiologi lebih lanjut terus diperlukan.

BACA  3 Imunisasi Dapat Diberikan Saat Bayi Baru Lahir

Namun, penelitian tersebut kondisi relatif jarang seperti gangguan spektrum autisme sangat sulit dan relatif membutuhkan biaya besar. Strategi penelitian yang sesuai adalah pemberian beberapa pemutaran dalam suatu populasi, setiap kali mengidentifikasi lebih mungkin pelajaran untuk penyelidikan rinci.

Angka kejadia Autis di berbagai Belahan Dunia

  • Prevalensi penyandang autisme di seluruh dunia menurut data UNESCO pada tahun 2011 adalah 6 di antara 1000 orang mengidap autis
  • Di Amerika Serikat, kelainan autisme empat kali lebih sering ditemukan pada anak lelaki dibandingkan anak perempuan dan lebih sering banyak diderita anak-anak keturunan Eropa Amerika dibandingkan yang lainnya. Di
  • Indonesia, pada tahun 2013 diperkirakan terdapat lebih dari 112.000 anak yang menderita autisme dalam usia 5-19 tahun.
  • Gangguan spektrum autis adalah salah satu anak yang paling umum pada gangguan perkembangan. Gangguan autis atau kondisi yang berkaitan ditemukan mempengaruhi 11,3 pada 1.000 (1 di 88) anak-anak berusia 8 tahun tinggal di 14 komunitas dipantau oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC).
  • Estimasi prevalensi Namun, secara keseluruhan spektrum autis gangguan bervariasi secara luas di seluruh 14 komunitas dipantau (kisaran, 4,8-21,2 1.000 anak-anak berusia 8 y).
  • Dalam studi, yang CDC melaporkan kenaikan 23% dalam prevalensi 2006-2008 pada anak usia 8 tahun, atau meningkat dari 9 di 1.000 sampai 11 di 1.000 untuk 11 situs yang menyediakan data untuk kedua surveilans tahun. Dari tahun 2002 sampai 2008, meningkat sekitar 78% terjadi pada anak usia 8 tahun.
  • Perkiraan prevalensi autisme menunjukkan bahwa sebanyak 400.000 orang di Amerika Serikat memiliki autisme atau kondisi terkait.
  • Gangguan autis dan kondisi terkait diperkirakan mempengaruhi sampai 10-15 orang per 10.000 penduduk di seluruh dunia. Dalam sebuah studi berbasis populasi semua anak 7- 12 tahun (N = 55.266) dalam masyarakat Korea Selatan, Kim et al memperkirakan bahwa prevalensi gangguan spektrum autisme adalah 2,64%
  • Studi di Jepang melaporkan tingkat yang jauh lebih tinggi daripada yang ditemukan di negara-negara lain. peneliti Jepang menunjukkan bahwa temuan ini mencerminkan evaluasi hati-hati dilakukan oleh dokter Jepang, yang dapat mengidentifikasi kasus yang akan diabaikan di negara lain. Atau, autisme mungkin lebih umum di Jepang karena infeksi gastrointestinal dan lainnya ditularkan melalui konsumsi makanan laut dan makanan yang berasal akuatis lainnya yang merupakan ciri khas dari diet Jepang.
  • Perkiraan prevalensi gangguan spektrum autis sangat bervariasi berdasarkan jenis kelamin. Sekitar 1 di 54 anak laki-laki dan 1 di 252 perempuan yang tinggal di Autisme dan Pembangunan Cacat Pemantauan (ADDM) komunitas jaringan yang diidentifikasi memiliki gangguan spektrum autisme. Laki-laki-ke-perempuan rasio berkisar antara 2,7: 1 di Utah menjadi 7,2: 1 di Alabama. Laki-laki-ke-perempuan rasio untuk semua situs gabungan adalah 4,6:. 1
  • Gangguan autis paling sering terjadi pada anak laki-laki yang memiliki 46, XY kariotipe (yaitu, kariotipe laki-laki normal). Dalam beberapa penelitian, rapuh X dilaporkan pada sekitar 10% laki-laki dengan gangguan autis
BACA  Vaksin Kombinasi, Apakah Itu ?

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *