KLINIK DR WIDODO JUDARWANTO pediatrician

Bintitan (Hordeolum) dan Alergi Makanan

Bintitan atau hordeolum adalah kondisi ketika bintil menyakitkan mirip jerawat atau bisul tumbuh di tepi kelopak mata. Selama ini Bintitan umumnya banyak klinisi menyebutkan disebabkan oleh infeksi bakteri dan biasanya hanya muncul pada salah satu kelopak mata. Ternyata banyak kasus bintitan tanpa diberi antibiotika membaik. Hal ini yang menjelaskan bahwa kemungkinan besar penyebab utamanya bukan karena infeksi bakteri, karena bila infeksi bakteri tanpa antibiotika tak akan sembuh. Dalam penelitian kami terhadap 89 Kasus Anak usia 1 – 12 tahun yang mengalami gangguan hordeolum tersebut ternyata sebagian besar mengalami alergi atau hipersensitif kulit, hidung, saluran napas dan saluran cerna. Ternyata saat dilakukan eliminasi makanan penyebab alergi 78 anak membaik tanpa pengobatan dan tak berulang lagi, sedangkan 11 anak tidak membaik dan hilang timbul berkepanjangan karena tidak patuh menjalani program eliminasi provokasi alergi makanan meski sudah melakukan beberapa rekomendasi pencegahan dan pemberian antibiotika. Bahkan terdapat 5 penderita yang mengalami operasi incisi berulang, tetapi hilang timbul berulang hingga beberapa kali

Bintitan sering kali terjadi di kelopak mata bagian luar, tapi terkadang juga bisa muncul di bagian dalam kelopak mata. Bintil yang tumbuh di bagian dalam lebih menyakitkan daripada yang tumbuh di luar. Tidak seperti kelihatannya, bintitan tidak menyebabkan gangguan penglihatan.

Hordeolum adalah istilah medis dari penyakit bintitan, atau dikenal juga dengan sebutan timbilan. Hordeolum adalah benjolan kecil yang sekilas terlihat seperti jerawat di dekat bulu mata. Penyakit ini biasanya terbentuk satu di dalam kelopak mata dan satu lagi di luar kelopak mata. Dalam kasus tertentu, timbilan kadang kala juga bisa mengandung nanah. Secara umum, penyakit ini bukan kondisi serius. Biasanya benjolan akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari. Meskipun tidak berbahaya, bintitan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari Anda karena rasa nyerinya, serta merusak keindahan mata Anda.

1517274038875-3.jpgGejala Bintitan

  • Gejala utama bintitan adalah tumbuhnya bintil merah yang mirip dengan bisul kecil pada kelopak mata, baik di dalam atau di luar kelopak mata. Gejala-gejala lain yang menyertai kondisi ini meliputi:
    • Mata merah
    • Mata berair
    • Kelopak mata bengkak dan nyeri

Penyebab dan Faktor Risiko Bintitan

  • Penyebab utama bintitan adalah infeksi bakteri Staphylococcus. Bakteri yang umum hidup di kulit ini dapat menyumbat kelenjar minyak di kelopak mata, sehingga menimbulkan peradangan. Penyebab lain dari bintitan adalah kuman dan kulit mati yang terperangkap di ujung kelopak mata.
  • Anda dapat mengurangi rasa sakit dengan mengompres kelopak mata menggunakan kain yang dicelupkan air hangat.
BACA  PENYAKIT DISERTAI DEMAM YANG MIRIP DBD

1557032467733-8.jpg

  • Sebagian besar bintitan bisa sembuh dengan sendirinya dalam waktu 7-21 hari, terutama bila bintitan telah pecah dan mengeluarkan nanah.
  • Bila penderita mengalami tanda dan gejala minimal 2 gejala gangguan hipersensitif saluran cerna, hidung dan kulit , maka alergi makanan sangat mungkin berpengaruh terhadap gangguan bintitan tersebut
  • Kenali gangguan hipersenitif saluran cerna, kulit dan hidung
    • GANGGUAN SALURAN CERNA : Mudah MUNTAH bila menangis, berlari atau makan banyak. MUAL pagi hari. Sering Buang Air Besar (BAB)  3 kali/hari atau lebih, sulit BAB (obstipasi), kotoran bulat kecil hitam seperti kotoran kambing, keras, sering buang angin, berak di celana. Sering KEMBUNG, sering buang angin dan bau tajam. Sering NYERI PERUT. Kadang nyeri di daerah kantung empedu. Waspadai bila nyeri perut hebat bila divonis usus buntu harus segera second opinion ke dokter lain. Sering salah diagnosis karena gejala mirip.
    • GANGGUAN KULIT :  Sering gatal, dermatitis, urticaria (biduran), PERNAH Urticaria papula, Ptiriasis alba (putih seperti panu) terutama di wajah atau tangan dan kaki., pernah bengkak di bibir, lebam biru (seperti bekas terbentur) bekas hitam seperti digigit nyamuk. Kulit  kaki dan tangan kering tapi wajah berminyak. Sering berkeringat. Kulit sekitar kuku tangan dan kaki sering bengkak, terkelupas. pada keadaan lanjut bisa terjadi infeksi kuku bahkan bisa terjadi kuku terlepas.. pada panderita ini biasanya mudah terjadi ingrowing nail atau bengkak pada tepi kuku
    • GANGGUAN HIDUNG:  Hidung : Hidung buntu, bersin, hidung gatal, pilek, post nasal drip, epitaksis, tidur mendengkur, mendengus, Tenggorok :  tenggorokan nyeri/kering/gatal,  palatum gatal, suara parau/serak, batuk pendek (berdehem). Telinga : telinga terasa penuh/ bergemuruh / berdenging, telinga bagian dalam gatal, nyeri telinga dengan gendang telinga kemerahan atau normal, gangguan pendengaran hilang timbul,  terdengar suara lebih keras, akumulasi cairan di telinga tengah, pusing, gangguan keseimbangan.  Pembesaran kelenjar di sekitar leher dan kepala belakang bawah
  • Bila gangguan bintitan disertai minimal 2 gejala dari 3 organ tubuh tersebut maka lakukan Intervensi Diet Sebagai Terapi dan Diagnosis Berbagai Gangguan Fungsional
  • Bila terdapat beberapa gangguan alergi sebaiknya pemberian antibiotika dan tndakan operasi bisa ditunda untuk dilakukan penanganan masalah alergi nya terlebih dahulu. 
  • Jangan pernah memencet atau memecahkan bintitan sendiri karena dapat memicu penyebaran infeksi.
  • Beberapa langkah sederhana berikut ini bisa Anda lakukan untuk mengurangi gejala dan rasa tidak nyaman akibat bintitan:
    • Menjaga kebersihan mata yang bintitan
    • Cucilah kelopak mata dengan sabun berbahan lembut, dan hindari dulu pemakaian kosmetik mata sampai bintitan sembuh.
    • Kompres kelopak mata dengan air hangat
    • Kompres kelopak mata 2-4 kali sehari, dengan handuk yang sudah direndam air hangat.
    • Hindari pemakaian lensa kontak sementara
    • Hindari penggunaan lensa kontak sampai bintitan benar-benar sembuh.
    • Mengonsumsi obat pereda nyeri
  • Pada penderita dengan penyebab alergi makanan atau hipersensitifitas makanan berbagai pencegahan tersebut, pengobatan antibiotika tidak banyak bermanfaat.
  • Konsumsi obat pereda nyeri yang dijual bebas tanpa resep, seperti paracetamol, untuk meredakan rasa sakit.
  • Apabila bintitan tidak kunjung sembuh dan bertambah nyeri, segera hubungi dokter. Langkah penanganan yang umumnya dilakukan dokter adalah memberikan salep atau tetes mata antibiotik. Bila bintitan tidak juga membaik dengan obat-obatan tersebut, dokter mata akan melakukan sayatan kecil atau operasi kecil pada bintil untuk mengeluarkan nanah. Tetapi pada penderita dengan hipersenitif saluran cerna saat dilakukan penghndaran makanan penyebab alergi gangguan tersebut cepat membaik dan tak berulang lagi. Sebaliknya dalam 5 kasus dalam penelitian tersebut di atas mengalami operasi berulang karena bintitan juga masih hilang tibul berulang ketika penghindaran alergi makanan tak dipatuhi,meski sudah dilakukan berbagai pencegahan dan pemberian antibiotika
BACA  KONSULTASI KESEHATAN: Anak Saya Sulit Makan, Benarkah Ada hubungannya dengan Alergi ?

Kapan harus ke dokter

  • Pada umumnya, bintitan dapat sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan khusus. Meski demikian, risiko komplikasi tetap ada. Oleh karena itu, Anda disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter jika bintitan tidak kunjung membaik setelah 48 jam.
  • Selain itu, segeralah berobat ke dokter jika pembengkakan menyebar hingga ke bagian wajah lainnya, misalnya pipi.

Komplikasi

  • Bintitan atau hordeolum yang tidak kunjung sembuh dapat berkembang menjadi kista akibat tersumbatnya kelenjar pada kelopak mata (kalazion), atau menyebabkan penyebaran infeksi ke jaringan di sekitar kelopak mata (selulitis preseptal).

1517273879467-3.jpgPencegahan 

Langkah utama untuk mencegah munculnya bintitan adalah menjaga kebersihan mata, dengan cara

  • Bila terdapat riwayat bintitan diserati gangguan alergi lainnya, maka bila beberberapa gejala alergi meningkat maka sebaiknya alerginya dikendalikan karena akan memicu mempermudah munculnya bintitan
  • Tidak mengaruk mata, karena dapat memicu iritasi dan berpindahnya bakteri ke mata.
  • Mencuci tangan sebelum menyentuh mata, dan memakai kacamata pelindung saat membersihkan rumah agar terhindar dari debu.
  • Tidak berbagi penggunaan handuk dengan orang lain, terutama dengan orang yang sedang bintitan.
  • Mensterilkan lensa kontak sebelum digunakan, dan mencuci tangan terlebih dahulu sebelum memasangkan lensa kontak pada mata.
  • Tidak menggunakan kosmetik yang sudah kedaluwarsa, tidak menggunakan kembali kosmetik mata yang pernah digunakan saat bintitan, dan membersihkan wajah sebelum tidur.
  • Memeriksakan diri ke dokter jika mengalami infeksi atau peradangan di sekitar kelopak mata.

 

Материалы по теме:

Test Alergi Memastikan Penyebab Alergi Makanan
“TES ALERGI UNTUK MENCARI PENYEBAB ALERGI”
BACA  Gejala Coronavirus (COVID-19) Berdasarkan Laporan Data 72.314 Penderita Covid19
  Gold standard” atau standar baku untuk memastikan makanan penyebab alergi harus menggunakan CHALENGE TEST atau Provokasi makanan secara buta ...
IDI: Identitas Pasien Positif Covid-19 Boleh Diungkap
IDI: Identitas Pasien Positif Covid-19 Boleh Diungkap Mengungkap identitas pasien positif Covid-19 tak bertentangan dengan hukum identitas orang terinfeksi virus novel corona (Covid-19) tidak bertentangan ...
Buang Angin (Kentut) Berlebihan pada bayi dan Hipersensitifitas Saluran Cerna
Buang angin atau Kentut adalah kejadian yang sangat normal dan alami yang terjadi pada bayi. Banyak faktor penyebabnya, dari yang paling sederhana hingga yang ...
Kaletra Obat Kombinasi HIV Untuk Terapi Virus Corona Covid19
  Kaletra Obat Kombinasi HIV untuk Terapi Virus Corona Covid19 Ilmuwan Cina sedang menguji dua obat antivirus terhadap virus corona baru dan hasil uji coba klinis ...
Kebutuhan Gizi dan Nutrisi Anak Usia Di Bawah 5 Tahun
Kebutuhan Gizi dan Nutrisi Anak Usia Di Bawah 5 Tahun   Asupan makanan yang bergizi amat penting untuk si kecil agar bisa tumbuh dan berkembang dengan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)

× Konsultasi Kesehatan Whatsapp, Klik Di sini