Vaksinasi Bisa Cegah Penyakit Kronis atau Kanker

Spread the love

Vaksinasi ternyata tidak hanya bisa mencegah penyakit menular tetapi juga bisa dilakukan untuk menekan jumlah penyakit tidak menular laonnya khusudnya penyakit kronis. Penyakit kronis ysng dspat dicegsh dengsn imunisasi adalah sirosis hepatis, -kanker hati atau kanker serviks

Badan Kesehatan Dunia (WHO) akan memusatkan perhatian pada cara-cara baru untuk memerangi munculnya penyakit tidak menular atau penyakit kronis. Termasuk beberapa penyakit yang disebabkan oleh penyakit menular yang kemungkinan bisa dicegah dengan vaksin.

Vaksinasi itu diharapkan dapat mengimunisasi jutaan orang di seluruh dunia. Karena setiap 20 detik, seorang anak meninggal oleh karena penyakit yang seharusnya dapat dicegah dengan vaksin.

Sejumlah penyakit tidak menular atau penyakit kronis dapat berubah menjadi penyakit menular. Sekitar 20 persen kanker sebenarnya disebabkan oleh agen infeksi. Dengan keberhasilan mengatasi hepatitis B, yang merupakan penyebab terbesar kanker hati. Sehingga semua berharap vaksin Human Papilloma Virus (HPV) dapat untuk mencegah terjadinya kanker serviks

Vaksin HPV

  • Dua dosis vaksin HPV direkomendasikan untuk semua anak laki-laki dan perempuan pada usia 11-12; vaksin dapat diberikan sejak usia 9. Jika Anda menunggu sampai mereka lebih tua, mereka mungkin membutuhkan tiga dosis, bukan dua.
  • Anak-anak yang memulai rangkaian vaksin pada atau setelah ulang tahun ke-15 mereka membutuhkan tiga suntikan yang diberikan selama 6 bulan. Jika anak remaja Anda belum mendapatkan vaksinasi, bicarakan dengan dokternya untuk mendapatkannya sesegera mungkin.
  • Vaksin melindungi anak  sebelum mereka terkena penyakit. Itulah mengapa vaksin HPV disarankan lebih awal daripada nanti, untuk melindungi anak Anda jauh sebelum mereka terpapar virus.
  • Remaja dan dewasa muda juga harus divaksinasi.
  • Vaksinasi HPV juga dianjurkan untuk semua orang hingga usia 26 tahun, jika belum divaksinasi.
  • Vaksinasi tidak dianjurkan untuk semua orang yang berusia di atas 26 tahun. Namun, beberapa orang dewasa berusia 27 hingga 45 tahun yang belum divaksinasi mungkin memutuskan untuk mendapatkan vaksin HPV setelah berbicara dengan dokter mereka tentang risiko infeksi HPV baru dan kemungkinan manfaat vaksinasi. Vaksinasi HPV pada rentang usia ini memberikan manfaat yang lebih sedikit, karena lebih banyak orang yang telah terpajan HPV.
BACA  Angka Kejadian Autis di Indonesia dan Dunia Terkini

Vaksinasi HPV mencegah infeksi dan prekanker penyebab kanker.

Infeksi HPV dan prekursor serviks (sel abnormal pada serviks yang dapat menyebabkan kanker) telah menurun secara signifikan sejak vaksin digunakan.

  • Di antara remaja perempuan, infeksi jenis HPV yang menyebabkan sebagian besar kanker HPV dan kutil kelamin telah turun 86 persen.
  • Di antara wanita dewasa muda, infeksi jenis HPV yang menyebabkan sebagian besar kanker HPV dan kutil kelamin telah turun 71 persen.
  • Di antara wanita yang divaksinasi, persentase prekanker serviks yang disebabkan oleh jenis HPV yang paling sering dikaitkan dengan kanker serviks telah turun hingga 40 persen.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *