Tips dan Cara Termanjur Atasi Demam Pada Anak Saat Di Rumah

Spread the love

Demam sangat umum terjadi di masa kanak-kanak. Orang tua terbukti memiliki ketakutan yang berlebihan kadang tidak realistis, yang mengakibatkan penanganan demam yang tidak tepat pada anak-anak mereka. Penelitian menunjukkan sebagian besar orang tua memiliki pengetahuan yang buruk mengenai suhu minimum untuk pemberian obat antipiretik dengan dosis yang tepat atau untuk menyeka / mandi dengan air dengan suhu yang benar. Kebanyakan orang tua menunjukkan pemahaman yang buruk tentang frekuensi yang tepat untuk memeriksa suhu anak dan pemberian antipiretik. Hanya sepertiga orang tua menunjukkan jejak pendidikan yang wajar oleh penyedia layanan kesehatan. Upaya besar akan diperlukan untuk mendidik orang tua tentang demam dan pengelolaannya.

Demam adalah gejala klinis paling umum yang ditangani oleh dokter anak dan praktisi kesehatan lainnya. Apoteker komunitas memainkan peran kunci dalam membantu orang tua mengelola demam pada anak yang sehat, terutama mengingat prevalensi fobia demam. Mendidik orang tua tentang perbedaan antara demam dan sengatan panas dapat mengurangi ketakutan mereka. Meskipun termometri timpani lebih disukai untuk mengukur suhu pada sebagian besar pasien anak-anak, tujuan terapinya bukan untuk mengobati suatu angka melainkan untuk meredakan ketidaknyamanan akibat gejala terkait demam. Acetaminophen dan ibuprofen adalah agen pilihan untuk menghilangkan gejala ketidaknyamanan pada anak-anak. Apoteker harus memberi orang tua dosis yang dihitung berdasarkan berat badan dan menasihati mereka tentang pemberian dosis yang tepat.

Atasi Demam Pada Anak Saat di Rumah

  1. Berilah obat demam saat suhu tubuh tinggi di atas 38.5 C. Bila anak tidak demam tinggi tetapi rewel sekali menangis terus dan mengeluh pegal-pegal juga bisa diberikan obat demam meski suhu tidak tinggi. Obat demam pada umumnya juga mempunyai khasiat untuk menghilangkan nyeri. Biasanya bila demam disebabkan infeksi virus disertai badan ngulu dan pegal. Hal ini sering membuat anak rewel dan sulit tidur. Bila nyeri berkuranb anak dapat tidur lebih nyenyak.
  2. Kompres. Kompreslah dahi dengan handuk basah yang dingin, atau sekarang sudah banyak tersedia alat kompres yang dapat dibeli di apotik terdekat. Kompresan air hangat atau basah akan menurunkan suhu di tubuh.
  3. Banyak Tidur. Anak harus banyak tidur dan istirahat. Istirahat membuat suhu tubuh mudah reda. Bila si kecil terus aktif bergerak, tubuh akan lelah dan temperatur dapat meningkat. Bila ia tidak mau tidur, putarkan acara TV kesenangannya dan minta ia berbaring.
  4. Pijat Pijat dengan PepperMint Oil pada dada, punggung dan bagian tubuh lainnya sangat bermanfaat untuk meredakan demam pada anak. Mentol yang ada di dalam PepperMint Oil akan melancarkan hidung yang mampat tersumbat, sinusitis, serta gejala demam lainnya. Pijatlah dada dan punggungnya secara perlahan. PepperMint Oil akan meredakan temperatur kulit si Kecil yang hangat.
  5. Selimuti Saat menjelang demam tinggi biasanya anak menggigil. Saat menggigil atau kedinginan senaiknya anak diselimuti yang hangat dan tebal dan suhu rungan jangan terlalu dingin. Saat menggigil atau kedinginan berkurang biasanya badan akan meningkat tinghi bwrilah segera obat demam.
  6. Mandikan air hangat Mandikan dengan air hangat Memandikan anak dengan air hangat atau ruam-ruam kuku, akan membantu meredakan demam pada anak. Jangan memandikannya dengan air dingin karena ia akan menggigil kedinginan. Tambahkan garam mandi atau essential oil misalnya Lavender oil untuk menenangkan tubuh. Bila tidak mungkin memandikannya, lap tubuh dengan handuk atau washlap basah yang hangat.
  7. Udara sejuk di kamar. Usahakan kamar lebih sejuk dengan menggunakan AC atau kipas angin yang tidak diarahkan secara langsung kepada anak dapat membantu menurunkan suhu tubuh. Saat demam anak sebaiknya jangan mengenakan pakaian yang terlalu tebal.
  8. Pijat dengan ramuan herbal. Campurkan minyak kayu putih dengan 2-3 parutan bawang merah, ditambah seiris jeruk nipis. Bila minyak kayu putih terlalu keras, bisa diganti dengan minyak kelapa. Jeruk nipis dapat digantikan dengan asam Jawa. Pijatlah tubuh si kecil dengan ramuan ini, terutama punggung, dada, dan perut.
  9. Minum banyak Salah satu efek dari demam pada anak adalah dehidrasi atau kurangnya cairan tubuh. Berikan minum yang banyak. Cobalah makanan berkuah kaldu, teh herbal misalnya teh jahe dan madu. Anda juga dapat memberikan jus buah yang dibekukan untuk mendinginkan demam pada anak dari dalam tubuh.
  10. Makanan sedikit pedas dan hangat  Bila anak suka pedas, beri ia sedikit makanan pedas kesukaannya sepwrti sup ayam atau sup buntut atau bakso dengan menambahkan lada sedikit. Karena sedikit makanan pedas dapat membuatnya berkeringat dan melancarkan peredaran darah.
  11. Makanan bergizi Berikan makanan yang bergizi tinggi agar daya tahan tubuhnya lebih baik. Makanan bergizi Demam pada anak membuat selera makan jadi menurun. Jadi pastikan apa yang ia makan benar-benar bergizi. Kuah kaldu sepertinsup ayam. Sup iga, bakso adalah salah satu contoh makanan bergizi untuknya.
BACA  Patogenesis dan Imunopatofisiologi Infeksi Virus Corona Covid19

Pemberian Obat Demam

  • Pastikan  selalu menggunakan paracetamol sesuai aturan pakai yang tertera di kemasan obat atau anjuran dokter. Hentikan penggunaan paracetamol jika keluhan tidak reda setelah 3 hari mengonsumsi paracetamol.
  • Ibuprofen Dosis ibuprofen untuk anak-anak dalam mengatasi berbagai kondisi penyakit dan gangguan adalah:
    • Dosis anak usia 6 bulan ke atas: 4-10 mg/kgBB setiap 6-8 jam.
    • Dosis maksimal per hari: 40 mg/kgBB.
    • Ibuprofen tidak dianjurkan untuk bayi usia di bawah 6 bulan.
    • Dosis awal 10 mg/kgBB yang diberikan melalui infus selama 15 menit, kemudian dilanjutkan dengan dosis 5 mg/kgBB setelah 24 jam dan 5 mg/kgBB setelah 48 jam. Kondisi: nyeri dan demam.
  • Paracetamol (Acetaminophen) Dosis paracetamol disesuaikan dengan usia dan kondisi penderita. Berikut adalah penjelasan paracetamol dalam bentuk obat minum dan suppositoria untuk meredakan demam dan nyeri:
    • Anak 2 bulan 10–15 mg/kgBB, tiap 6–8 jam sekali atau sesuai dengan anjuran dokter.
    • Anak 2 bulan12 tahun 10–15 mg/kgBB, tiap 4–6 jam sekali atau sesuai anjuran dokter. Dosis maksimal 5 kali pemberian dalam 24 jam.
    • Anak > 12 tahun 325–650 mg per 4–6 jam atau 1.000 mg tiap 6–8 jam.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *