Gejala Flu atau Covid19 Ringan, Selama Ini Dianggap Tanpa Gejala ?

Spread the love

Gejala Flu atau Covid19 Ringan, Selama Ini Dianggap Tanpa Gejala ?

dr Widodo Judarwanto, pediatrician

Benarkah Sebagian Besar Flu atau Covid19 Tanpa Gejala. Sebenarnya Ada Gejala Ringan Tapi Dianggap Normal, Inilah Yang Dirasakan.

Banyak penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar infeksi virus baik Common Cold, Flu, virus Zika, dengue atau bahkan Covid19 sebagian besar tanpa gejala. Dalam banyak penelitian serologis terhadap infeksi virus tersebut dilaporkan bahwa hasil pemeriksaa serologis positif terinfeksi virus tetapi 60-80% tanpa manifestasi gejala yang jelas. Demikian pula infeksi Covid19, dilaporkan 80% ringan atau tanpa gejala. Tetapi sebenarnya bila dicermati dalam sehari hari manusia seringkali mengalami infeksi virus tetapi dianggap biasa atau dianggap penyakit lainnya. Dalam penelitian pendahuluan yang dilakukan penulis dalam praktek sehari hari banyak penderita gangguan alergi yang dipicu infeksi virus. Tetapi sayang banyak orangtua atau bahkan klinisi tidak mencermati gejala ringan infeksi virus tersebut. Sedangkan orang tua atau penderita menganggap gejala infeksi virus yang ringan itu selama ini dianggap masuk angin, kurang tidur, kecapekan, gejala hamil, asam urat atau stress. Bahkan sebagian klinisi menyebutkan sebagai gangguan psikosomatis. Apakah saja gejala ringan infeksi virus yang sering diabaikan itu ?

Menurut sebuah penelitian di Lancet Respiratory Medicine, mengunhkapkan bahwa influenza, baik dari variasi musiman atau pandemi, tidak menunjukkan gejala pada kebanyakan orang meski terdapat infeksi serologis, Para peneliti mempelajari lima kelompok orang di Inggris selama musim flu 2006-2011. Kohort ini memiliki ukuran 600 hingga 3500, dan semua anggota memberikan sampel darah sebelum dan sesudah setiap musim flu. Rumah tangga mereka dihubungi setiap minggu untuk mengidentifikasi penyakit dan gejala seperti flu. Rata-rata, sekitar 20% dari yang tidak divaksinasi memiliki bukti serologis infeksi influenza, tetapi hingga tiga perempat dari yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala. Proporsi tidak bervariasi secara signifikan antara influenza musiman dan pandemi. Strain pandemi H1N1 dikaitkan dengan gejala yang kurang parah daripada strain H3N2 musiman. Seorang komentator mengatakan pertanyaan penting yang belum terjawab adalah seberapa besar kasus asimptomatik berkontribusi pada penularan flu.

Penelitian lainnya menyebutkan wabah virus Zika yang pernah melanda di benua Amerika. Dalam penelitian serologi pada penuduk di daerah pantai barat Amarika, ternyata didapatkan hasil serologi Virus Zika positif tetapi 70% tanpa gejala. Demikian juga pernah dilakukan penelitian epidemiologi wabah demam berdarah di Surabaya, ternyata saat dilakukan pemeriksaan serologi di daerah Surabaya Timur, didapatkan hasil serologi positif infeksi dengue tetapi 60% populasi tetapi tanpa gejala.

wp-1583202102266.jpg

Flu Tanpa Gejala atau Gejala Ringan ?

Dari berbagai penelitian tersebut memang faktanya bahwa sebagian besar virus bermanifestasi tanpa gejala. Bila dicermati hampir semua penyakit pada manusia itu seperti fenomena gunung es. Penyakit yang jelas kelihatan gejala dan tandanya dialami sekitar 2-15% manusia, sebagian besar lainnya sekitar 60-80% ringan atau tanpa gejala.

Antara gejala yang ringan dan tanpa gejalapun lebih sulit dibedakan. Karena kalaupun ada gejala biasanya sangat ringan dan hanya berlangsung sebentar. Gejala yang ringan dan sebentar ini seringkali diabaikan atau dianggap hal yang biasa padahal bila dicermati itu adalah gangguan infeksi virus ringan. Selama ini gejala infeksi virus yang ringan itu dianggap gejala masuk angin, telat makan, kurang tidur, alergi debu atau alergi dingin.

BACA  BICARA, BAHASA DAN KOMUNIKASI : DEFINISI DAN BERBAGAI GANGGUANNYA

Bahkan seorang pejabat kepala daerah yang pernah divonis terinfeksi Covid19 yang mengaku tanpa gejala. Padahal beberapa hari sebelumnya tampak beliau mengalami batuk batuk yang keras saat memberikan sambutan dalam suatu acara di ruang terbuka. Hal itu diketahui setelah beberapa hari divonis Covid19, muncul video yang viral sang kepala daerah batuk keras saat memberikan sampai berhenti sesaat dalam memberikan sambutannya. Hal inilah menunjukkan bahwa selama ini banyak orang mengganggap sakit kalau gejala berat tidak bisa bangun. Kalau batuk pilek atau badan hangat dianggap biasa.

Dalam praktek sehari hari penulis yang banyak bertemu dengan penderita bayi, anak dan remaja mengalami tanda dan gejala infeksi virus tetapi gangguan tersebut dianggap biasa. Penulis setiap hari sebagian besar menerima keluhan penderita alergi baik alergi kulit, saluran cerna, saluran napas, batuk sesak atau rinitis. Ternyata sebagian besar keluhan alergi yang muncul selalu dipicu oleh infeksi virus. Dalam praktek sehari hari sebagian besar penderita flu yang diperiksa bila cermat menunjukkan gejala. Hanya saja tandan dan gejala infeksi virus flu itu dianggap sebagai hal yang biasa atau dianggap gejala yang lain.

wp-1557032207502..jpgTanda dan Gejala Infeksi Virus Ringan

Tanda dan Gejala Infeksi Virus Yang Ringan yang dianggap tanpa gejala atau dianggap gejala gangguan atau penyakit lainnya :

  • Demam ringan. Gejala demam yang ringan pada penderita infeksi virus seringkali dianggap hal yang normal atau biasa. Demam yang ringan ini orang awam sering membahasakan dengan badan hangat. sumer atau sumeng. Cara memeriksa bukan dengan ukuran suhu karena saat diukur normal. Cara memeriksanya diraba permukaan telapak tangan anak dan dahi saat diraba terasa berbeda, kadang dahi teraba lebih hangat dibandingkan tangan. Demikian juga saat diraba dan dibedakan dahi dan punggung terasa berbeda punggung teraba lebih hangat. Bahkan ada beberapa ibu mengatakan bahwa anaknya sering mengalami hal demikian, sehingga orang tuanya menganggap anaknya mempunyai bawaan darah panas. Ternyata bila dicermati bahwa anaknya selama ini seringkali mengalami infeksi virus berulang hilang timbul berkepanjangan
  • Batuk ringan. Gejala batuk yang ringan buka batuk yang keras atau sering Tetapi batuk biasanya muncul sekali sekali atau hanya satu dja kali bukan batuk yang sering. Kadang hanya muncul malam atau pagi hari. Pada anak dan bayi batuk infeksi virus yang ringan ini dianggap pura pura atau meniru atau tersedak. Pada orang dewasa batuk ringan ini dianggap alergi debu, alergi dingin, makan gorengan, makan berminyak, atau minum es. Batuk karena alergi debu bisa disingkirkan karena batuk ringan itu biasanya muncul pada pagu dan malam hari siang berkurang. Justru saat pagi dan malam debu berkurang tetapi lebih sering batuk, sedangkan lebih banyak debu justru batuk berkurang. Alergi dingin juga disingkirkan saat diketahui bahwa batu ringan tersebut hilang saat dikantor padahal suhu AC kantor dingin sekali
  • Pilek ringan. Gejala pilek ringan infeksi virus bukan hidung meler atau cairan hidung “ngocor” biasanya ditandai dengan gejala bersin sekali sekalj, hidung sedikit mampet, sedikit buntu atau mengorok pada malam hari. Bila berkepanjangan tampak “Post Nasal Drip” atau banyak lendir di tenggorakan. Sehingga tampak gejala batuk berdehem atau sekali sekali seperti ingin mengeluarkan lendir ditenggorokan. Gejala yang ringan itu selama ini diabaiakn sebagai hejala oenyakit. Tetapi tetapi seringkali dianggap karena minum es, makan gorengan atau alergi dingin.
  • Nyeri tenggorokan ringan. Gejala nyeri tenggorok yang ringan bukan nyeri tenggorokan yang sakit atau sangat gatal. Gejala yang ringan biasanya hanya sedikit kering tenggorokan, sedikit gatal atau seperti rasa haus. Gejala ringan ini seringkali dianggap makan pedes, makan gorengan, atau kurang minum.
  • Sakit kepala ringan. Gejala sakit kepala pada infeksi virus bisa ringan bisa berat. Bila ringan hanya nyeri kepala, kepala berat di samping atau belakang kepala. Saat berat gejalanya sakit atau nyeri seperti ditusuk tusuk. Biasanya juga muncul pusing ringa seperti kepala berputar, pusing atau bergoyang sedikit terutama saat bangkit dari duduk dan tidur. Gejala ringan ini biasanya hanya berlangsung sebentar. Tetapi bisa juga pada penderita yang memounyai riwayat sakit kepala biasanya gejalanya lebih berat dan bisa muncul mugrain atau vertigo.
  • Badan lemas atau lemah. Gejala badan lemas atau lemah pada i feksi virus seringkali muncul ringan. Hal itu ditandai dengan badan terasa lemas, bila berjalan terasa melayang, mudah lelah, atau capek. Gejala ringan yangmuncul itu selama ini dianggap biasa ataj dianggap karena kurang darah, kerja berat, terlalu capek, kurang tidur atau bawaan lagi hamil.
  • Nyeri otot dan tulang. Nyeri dan ngilu otot dan tulang pada tangan, kaki, dengkul, punggung atau badan. Gangguan nyeri otot dan tulang karena infeksi virus bila ringan biasanya terjadi khususnya pada kaki, tangan dan punggung. Pada gangguan tersebut seringkali dianggap karena aktifitas berlebihan, terlalu capek, habis olahraga. Nyeri otot karena aktifitas berlebihan atau terkena infeksi virus, bila cermat bisa dibedakan. Pada nyeri otot karena aktifitas berlebihan atau olahraga biasanya gangguan otot bukan tulang. Gangguan otot muncul saat bangun tidur otot kaku bila digerakkan untuk berjalan kadang sedikit nyeri. Tetapi pada infeksi virus biasanya otot dan tulang yang nyeri. Saat diam dan bergerak sama nyerinya. Pada penderita osteoartritis, rematoid artritis atau HNP nyeri akan bertambah hebat saat terkena infeksi virus.

Jadi gejala infeksi virus yang ringan, bila gejala batuk, pilek, nyeri atau badan lemas yang sangat ringan bila disertai badan teraba hangat atau sumer itu petunjuk karena infeksi virus bukan kurang tidur , masuk angin, kecapekan, alergi debu atau alergi dingin. SELAMA INI SEMUA GANGGUAN TERSEBUT DIANGGAP NORMAL

Bila anda mengalami gejala gejala tersebut di atas sangat mungkin kita terkena infeksi virus ringan. Bila hal tersebut terjadi di daerah wabah Zona Merah  Wabah Covid19 sebaiknya berhati hati, Karena sulit dibedakan dengan Virus Covid19 yang ringan atau tanpa gejala tetapi bisa menularkan pada orang lain. Sebaiknya anda melkukan tindakan pencegahan yang lebih ketat meminimalkan kontak dengan orang lain ataupun orang yang beresiko tinggi di rumah seperti lansia, penderita asma dan diabetes.

INFEKSI VIRUS ITU BISA MEMICU GANGGUAN KRONIS PADA SESEORANG DENGAN RIWAYAT TERTENTU

BACA  Karakteristik Hasil pemeriksaan Laboratorium Penderita Virus Corona (2019-nCoV) di Wuhan China

Hampir semua infeksi virus dapat memicu gangguan kronis yang dialami seorang penderita seperti Alergi, Asma, GERD, Diabetes atau Migrain, epilepsi, osteoartritis. Saat terkena infeksi virus dengan gejala ringan tidak dikenali karena tertutup oleh gangguan yang utama seperti mual, muntah, nyeri perut, nyeri kaki, tangan dan punggung, migrain, kejanng

  • Penderita alergi: penderita alergi dengan riwayat asma, hipereatifitas bronkus, batuk, pilek, kulit (dermatitis )dan hipersenstifitas saluran cerna seperti mual, mual, sulit BAB, diare akan muncul saat terkena infeksi virus seperti gangguan di atas.
  • Penderita kronis saluran cerna: GERD, IBS, Maag, dispepsia, konstipasi, masyarakat awam membahasakannya dengan asam lambung atau telat makan, Orang awam membahasakannya dengan asam lambung, telat makan atau panas dalam. Saat terkena infeksi virus ringan gangguan mual, muntah, nyeri perut, kosntipasi, diare akan muncul.
  • Penderita artriris: osteoartritis, rematoid artritis, artritis allergy, HNP , Saat terkena infeksi virus tersebut gangguannya akan meningkat
  • Penderita Diabetes Melitus
  • Penderita sakit kepala: migrain, tension head ache
  • Penderita epilepsi: kejang, pingsan

Bila gangguan kronis seperti asma, dermatitis (alergi kulit), kolik, nyeri perut, muntah pada penderita alergi. Nyeri pada penderita artritis, kejang pada penderita epilepsi, gejala diabetes itu akan sering muncul saat terjadi infeksi virus dengan gejala ringan dan tidka ringan. Karena, gejalanya ringan dianggap tidak ada atau tertutupi oleh gejala gangguan kronis yang ada.

 

Материалы по теме:

Inilah Negara Yang Bergerak Cepat Lakukan Lock Down Hadapi Ganasnya Wabah Covid-19
Inilah Negara Yang Bergerak Cepat Lakukan Lock Down Hadapi Ganasnya Wabah Covid-19
BACA  Kacang Panjang, Manfaat Kesehatan dan Kandungan Gizi
Wabah Covid-19 semakin menyebar luas ke banyak negara di luar China. Bahkan, berbagai ...
Kenali Kelompok Yang Beresiko terkena Covod19 Menurut CDC
Kelompok Berisiko Lebih Tinggi untuk Terjadi Parah Bila Terkena Covid19 COVID-19 adalah penyakit baru dan ada informasi terbatas mengenai faktor risiko penyakit parah. Berdasarkan informasi ...
Bronkitis Pada Anak dan Dewasa
  Bronkitis adalah suatu peradangan pada cabang tenggorok (bronchus) (saluran udara ke paru-paru). Penyakit ini biasanya bersifat ringan dan pada akhirnya akan sembuh sempurna. Tetapi ...
Amati Gangguan Perkembangan dan Perilaku Pada Bayi dengan Riwayat Alergi
Alergi termasuk gangguan yang menjadi permasalahan kesehatan penting pada usia awal usia anak atau usia bayi. Gangguan ini ternyata dapat menyerang semua organ tanpa ...
Gagal Tumbuh Pada Anak
Gagal Tumbuh Pada Anak Sebagian besar anak terus bertambah berat dan tumbuh cepat dalam beberapa tahun pertama kehidupan. Tetapi dalam beberapa kasus, anak-anak tidak ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *