KLINIK DR WIDODO JUDARWANTO pediatrician

Tips dan Cara Berkomunikasi Kepada Anak-Anak Tentang Coronavirus (COVID19)

Tips dan Cara Berkomunikasi Kepada Anak-Anak Tentang Coronavirus (COVID19)

Dr Widodo Judarwanto, pediatrician

Penyebaran wabah Covid19 yang semakin mengkawatirkan ini mengakibatkan keadaan darurat kesehatan masyarakat tidak mudah bagi siapa pun untuk memahami atau menerima. Bukan hanya norang dewasa tetapi banyak anak kecil merasa takut dan bingung. Apalagi beberapa kelompok anak yang mudah panik dan takut. Sebagai orang tua, guru, dan orang dewasa yang peduli, kita dapat membantu dengan mendengarkan dan merespons dengan cara yang jujur, konsisten, dan mendukung. Untungnya, sebagian besar anak-anak, bahkan mereka yang terpapar penyakit, lebih ringan dan lebih tidak rentan. Namun, dengan menciptakan lingkungan terbuka di mana mereka merasa bebas untuk mengajukan pertanyaan,  dapat membantu mereka mengatasi peristiwa dan pengalaman yang menegangkan dan mengurangi risiko kesulitan emosional yang berkelanjutan.

Orang tua dan guru dihadapkan pada tantangan untuk membahas wabah koronavirus yang berkembang bersama anak-anak. Meskipun ini mungkin percakapan yang sulit, mereka juga penting. Tidak ada cara “benar” atau “salah” untuk berbicara dengan anak-anak tentang keadaan darurat kesehatan masyarakat semacam itu.

wp-1585538014938.jpgBeberapa saran berkomunikasi tentang Covid19 pada anak yang mungkin berguna bagi orangtua atau orang dewasa :

  1. Buat lingkungan yang terbuka dan suportif di mana anak-anak tahu mereka dapat bertanya. Pada saat yang sama, yang terbaik adalah tidak memaksa anak-anak untuk membicarakan hal-hal kecuali dan sampai mereka siap.
  2. Jawab pertanyaan dengan jujur. Anak-anak biasanya akan tahu, atau pada akhirnya mencari tahu, jika Anda “mengada-ada”. Ini dapat memengaruhi kemampuan mereka untuk memercayai Anda atau jaminan Anda di masa depan.
  3. Gunakan kata-kata dan konsep yang dapat dipahami anak-anak. Persiapkan penjelasan Anda sesuai dengan usia, bahasa, dan tingkat perkembangan anak.
  4. Bantu anak-anak menemukan informasi yang akurat dan terkini. Cetak Lembar Fakta dari CDC atau WHO.
  5. Bersiaplah untuk mengulangi informasi dan penjelasan beberapa kali. Beberapa informasi mungkin sulit diterima atau dipahami. Mengajukan pertanyaan yang sama berulang kali dapat juga menjadi cara bagi seorang anak untuk meminta jaminan.
  6. Mengetahui dan memvalidasi pikiran, perasaan, dan reaksi anak. Biarkan mereka tahu bahwa Anda menganggap pertanyaan dan masalah mereka penting dan sesuai.
  7. Ingatlah bahwa anak-anak cenderung mempersonalisasikan situasi. Misalnya, mereka mungkin khawatir tentang keselamatan mereka sendiri dan keselamatan anggota keluarga dekat. Mereka mungkin juga menyesal tentang teman atau kerabat yang bepergian atau yang tinggal jauh.
  8. Yakinkan, tetapi jangan membuat janji yang tidak realistis. Tidak apa-apa untuk memberi tahu anak-anak bahwa mereka aman di rumah atau di sekolah mereka. Tetapi Anda tidak dapat berjanji bahwa akan ada beberapa kasus coronavirus di negara bagian atau komunitas Anda. Berbicara kepada Anak-Anak Tentang Coronavirus (COVID19)
  9. Biarkan anak-anak tahu bahwa ada banyak orang yang membantu orang-orang yang terkena dampak wabah virus. Ini adalah kesempatan yang baik untuk menunjukkan kepada anak-anak bahwa ketika sesuatu yang menakutkan atau buruk terjadi, ada orang-orang yang dapat membantu. Mereka akan sangat tertarik dengan cara Anda merespons berita tentang wabah koronavirus. Mereka juga belajar dari mendengarkan percakapan Anda dengan orang dewasa lainnya.
  10. Jangan biarkan anak-anak terlalu banyak menonton televisi dengan gambar-gambar yang menakutkan. Pengulangan adegan-adegan semacam itu bisa mengganggu dan membingungkan.
  11. Kelompok anak khusus yang rentan. Anak-anak yang pernah mengalami penyakit serius atau kehilangan di masa lalu sangat rentan terhadap reaksi yang berkepanjangan atau intens terhadap laporan berita grafis atau gambar gambar mati atau mati. Anak-anak ini mungkin memerlukan dukungan dan perhatian ekstra.
  12. Kapan harus berkonsultasi dengan profesional. Anak-anak yang disibukkan dengan pertanyaan atau kekhawatiran tentang wabah korona harus dievaluasi oleh seorang profesional kesehatan mental yang terlatih dan berkualitas. Tanda-tanda lain bahwa seorang anak mungkin memerlukan bantuan tambahan termasuk: gangguan tidur yang sedang berlangsung, pikiran yang mengganggu atau kekhawatiran, kekhawatiran berulang tentang penyakit atau kematian, keengganan untuk meninggalkan orang tua atau pergi ke sekolah. Jika perilaku seperti itu tetap ada, mintalah dokter anak, dokter keluarga, atau penasihat sekolah anak Anda untuk membantu mengatur pengesahan yang sesuai.
  13. Pikiran Anak yang harus dipahami. Meskipun orang tua dan guru dapat mengikuti berita dan berita harian dengan minat dan perhatian, sebagian besar anak hanya ingin menjadi anak-anak. Mereka mungkin tidak ingin berpikir tentang apa yang terjadi di seluruh negeri atau di tempat lain di dunia. Mereka bermain bola, pergi naik kereta luncur, memanjat pohon atau naik sepeda.
BACA  Sterilisasi Ultra Violet Cegah Covid19 Tak Dianjurkan WHO, Berbahaya Bagi Kulit

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)

× Konsultasi Kesehatan Whatsapp, Klik Di sini